Kesuburan pria memainkan peran krusial dalam keberhasilan program kehamilan. Salah satu indikator utama dari kesuburan pria adalah kualitas air mani. Memahami apa yang membuat air mani dianggap subur, serta faktor-faktor yang memengaruhinya, sangat penting bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Air mani yang subur tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya, tetapi juga oleh motilitas (pergerakan) dan morfologi (bentuk) spermanya.
Parameter standar untuk menilai kesuburan air mani seringkali didasarkan pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Parameter utama yang diperhatikan meliputi:
Konsentrasi sperma mengacu pada jumlah sperma per mililiter air mani. WHO menetapkan ambang batas minimal, namun angka yang lebih tinggi umumnya dikaitkan dengan peluang kehamilan yang lebih baik. Jumlah total sperma yang dikeluarkan dalam satu ejakulasi juga menjadi faktor penting. Air mani yang subur biasanya mengandung setidaknya 15 juta sperma per mililiter atau total 39 juta sperma per ejakulasi.
Sperma harus mampu bergerak maju secara progresif untuk mencapai sel telur. Jika sperma bergerak lambat atau tidak bergerak sama sekali (non-motile), peluang pembuahan sangat kecil. Air mani yang subur harus memiliki setidaknya 40% sperma yang bergerak, dan minimal 32% di antaranya harus bergerak secara progresif.
Bentuk sperma juga sangat menentukan. Sperma yang ideal memiliki kepala oval yang terstruktur dengan baik dan ekor yang panjang dan lurus. Morfologi yang normal memastikan sperma dapat menembus sel telur dengan efisien. Kriteria WHO mensyaratkan setidaknya 4% sperma memiliki bentuk normal untuk dianggap subur.
Volume air mani yang normal berkisar antara 1.5 ml hingga 5 ml per ejakulasi. Volume yang terlalu sedikit dapat mengurangi jumlah sperma yang mencapai saluran reproduksi wanita. Selain itu, viskositas (kekentalan) air mani harus normal agar sperma dapat bergerak bebas setelah ejakulasi.
Kualitas air mani dapat dipengaruhi secara signifikan oleh gaya hidup pria. Perubahan gaya hidup sehat seringkali menjadi langkah pertama yang direkomendasikan untuk meningkatkan kesuburan.
Diet memainkan peran besar. Asupan nutrisi yang kaya akan antioksidan, seperti vitamin C, vitamin E, selenium, dan zinc, sangat penting untuk melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas. Makanan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan ikan berlemak direkomendasikan.
Testis memerlukan suhu yang sedikit lebih rendah dari suhu tubuh inti untuk memproduksi sperma yang optimal. Paparan panas berlebihan, seperti mandi air panas terlalu lama, sauna, atau meletakkan laptop di pangkuan, dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma.
Merokok terbukti secara signifikan menurunkan jumlah, motilitas, dan meningkatkan kelainan bentuk sperma. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu produksi hormon yang diperlukan untuk spermatogenesis.
Stres kronis dan obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon pria, yang pada gilirannya memengaruhi kualitas air mani. Menjaga berat badan ideal melalui olahraga teratur dan teknik manajemen stres dapat membantu meningkatkan kesuburan.
Jika pasangan telah mencoba hamil tanpa hasil selama satu tahun (atau enam bulan jika usia wanita di atas 35 tahun), sangat disarankan untuk melakukan evaluasi kesuburan pada kedua belah pihak. Analisis air mani (sperma) adalah tes non-invasif yang memberikan gambaran jelas mengenai potensi kesuburan pria. Jika hasil menunjukkan adanya masalah, dokter spesialis kesuburan dapat merekomendasikan intervensi medis yang tepat, mulai dari perubahan gaya hidup hingga prosedur bantuan reproduksi.
Meningkatkan kesuburan air mani bukanlah proses instan. Dibutuhkan waktu sekitar 74 hari bagi sperma baru untuk berkembang sepenuhnya. Oleh karena itu, perubahan positif pada gaya hidup memerlukan kesabaran dan konsistensi untuk menunjukkan hasil yang signifikan.