AKG K72 menawarkan desain open-back yang nyaman untuk sesi audio panjang.
AKG, nama yang identik dengan kualitas audio profesional selama puluhan tahun, kembali hadir dengan produk yang menargetkan keseimbangan sempurna antara performa, kenyamanan, dan harga terjangkau: AKG K72. Headphone ini sering menjadi pilihan utama bagi musisi studio rumahan, podcaster pemula, atau bahkan audiophile yang mencari pengalaman mendengarkan yang transparan tanpa menguras kantong. Mari kita telaah lebih dalam mengapa K72 terus menjadi favorit.
Salah satu fitur fisik yang langsung menonjol dari AKG K72 adalah desainnya yang menggunakan konsep self-adjusting headband. Tidak seperti headphone lain yang memerlukan penyesuaian manual, K72 menggunakan sistem suspensi elastis yang secara otomatis menyesuaikan diri dengan bentuk kepala pengguna. Ini memastikan tekanan yang merata dan nyaman, sangat krusial ketika Anda harus memakainya selama sesi mixing atau editing yang memakan waktu berjam-jam.
Meskipun dibangun dengan fokus pada efisiensi biaya, material yang digunakan terasa kokoh. Bagian bantalan telinga (earpads) yang dapat dilepas sangat memudahkan proses pembersihan atau penggantian. Namun, perlu dicatat bahwa K72 mengadopsi desain over-ear yang cukup besar, memberikan isolasi pasif yang lumayan, meskipun secara teknis ia adalah headphone open-back.
Inti dari setiap headphone adalah performa audionya, dan di sinilah AKG K72 benar-benar bersinar, terutama mengingat posisinya di segmen entry-level profesional. Headphone ini dilengkapi dengan driver berdiameter 40mm yang mampu menghadirkan respons frekuensi yang luas, berkisar dari 16 Hz hingga 20 kHz.
Karakter suara yang ditawarkan cenderung netral dan akurat. Ini adalah ciri khas AKG; mereka tidak terlalu "berwarna" seperti beberapa headphone konsumen. Ini berarti AKG K72 sangat baik untuk monitoring karena mampu mengungkap detail kecil dalam rekaman yang mungkin terlewatkan pada perangkat lain. Bass terasa solid dan terkontrol, tidak 'boomy', dan midrange sangat jelas, yang sangat penting untuk vokal dan instrumen ritmis. High-end (treble) terbuka tanpa terdengar menusuk di telinga.
Untuk penggunaan di studio, impedansi rendah (32 Ohm) adalah keuntungan besar. Ini memungkinkan AKG K72 untuk bekerja dengan baik menggunakan berbagai sumber audio, mulai dari laptop, antarmuka audio kecil, hingga mixer. Sensitivitasnya yang tinggi (93 dB SPL/mW) menjamin bahwa Anda tidak memerlukan amplifier headphone eksternal yang kuat untuk mendapatkan volume yang memadai.
Salah satu elemen penting lainnya adalah kabelnya yang panjang—biasanya mencapai 3 meter. Meskipun ini mungkin sedikit merepotkan bagi pengguna mobile, bagi mereka yang bekerja di studio atau di depan DAW (Digital Audio Workstation), panjang kabel ini memberikan kebebasan bergerak yang signifikan.
AKG K72 bukanlah headphone gaming dengan pencahayaan RGB, dan bukan pula headphone ANC (Active Noise Cancelling) untuk penerbangan. Target pasarnya sangat spesifik namun luas:
AKG K72 berhasil memenuhi janjinya. Ini adalah headphone dengan harga terjangkau yang menghadirkan fidelitas audio yang serius. Meskipun Anda mungkin menemukan material yang lebih premium di model yang lebih mahal, K72 menawarkan inti dari apa yang membuat AKG terkenal: suara yang jujur, detail, dan nyaman dipakai dalam jangka waktu lama. Bagi siapa pun yang membutuhkan sepasang earphone 'serius' pertama mereka, AKG K72 adalah titik awal yang sangat sulit dikalahkan dalam hal rasio harga terhadap kualitas audio.