Dalam ajaran Islam, pembentukan karakter atau akhlak menjadi fondasi utama seorang Muslim. Akhlak terbagi menjadi dua kategori besar: **Akhlak Mahmudah** (terpuji) dan **Akhlak Sayyiah** (tercela). Memahami apa itu akhlak sayyiah adalah langkah pertama yang krusial untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada keridhaan Allah SWT.
Akhlak Sayyiah secara harfiah berarti perilaku, tabiat, atau perangai yang buruk. Ini adalah segala tindakan, ucapan, maupun niat dalam hati yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, etika, dan syariat Islam. Perilaku ini tidak hanya merugikan diri sendiri di dunia dan akhirat, tetapi juga merusak tatanan sosial dan hubungan antar sesama manusia.
Bentuk-Bentuk Umum Akhlak Sayyiah
Akhlak tercela ini bermanifestasi dalam berbagai bentuk. Mengenali jenis-jenisnya membantu kita untuk lebih waspada dalam interaksi sehari-hari. Beberapa akhlak sayyiah yang paling sering ditemukan meliputi:
- Hasad (Dengki): Merasa tidak senang melihat nikmat yang diperoleh orang lain dan berharap nikmat itu hilang darinya. Hasad adalah penyakit hati yang sangat berbahaya karena ia meniadakan rasa syukur.
- Riya’: Melakukan amal kebaikan dengan tujuan dilihat dan dipuji oleh manusia, bukan semata-mata karena mengharap ridha Allah. Ini mengurangi nilai pahala dari amal tersebut.
- Ghibah (Menggunjing): Membicarakan keburukan orang lain di saat mereka tidak hadir. Meskipun yang dibicarakan benar adanya, perbuatan ini tetap dianggap dosa besar karena menyakiti hati saudaranya.
- Namimah (Adu Domba): Menyebarkan berita bohong atau perkataan seseorang kepada pihak lain dengan tujuan menimbulkan permusuhan dan perpecahan.
- Sombong (Takabbur): Merasa diri lebih mulia daripada orang lain dan meremehkan kebenaran. Kesombongan adalah sifat pertama yang menyebabkan Iblis terusir dari rahmat Allah.
- Kikir dan Tamak: Keengganan untuk berbagi rezeki dan sifat serakah yang berlebihan terhadap harta duniawi.
- Marah yang Tidak Terkendali: Kemarahan yang meledak-ledak tanpa pengendalian diri, seringkali berujung pada kekerasan verbal maupun fisik.
Dampak Negatif Akhlak Sayyiah
Konsekuensi dari memelihara akhlak sayyiah sangat luas. Di dunia, hal ini menciptakan lingkungan yang penuh kecurigaan, konflik, dan ketidaknyamanan sosial. Seseorang yang didominasi sifat tercela akan sulit mendapatkan kepercayaan dan kasih sayang dari lingkungannya.
Sementara itu, dalam perspektif ukhrawi, akhlak sayyiah menjadi penghalang terbesar menuju kesempurnaan iman. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah **takwa** (menjaga diri dari maksiat) dan **akhlak yang baik**. Sebaliknya, sifat tercela adalah jembatan menuju dosa-dosa besar yang dapat memberatkan timbangan amal di hari kiamat. Sombong, iri hati, dan dusta adalah racun spiritual yang harus segera dibasmi dari hati.
Strategi Ampuh Menghindari Akhlak Sayyiah
Perjuangan melawan akhlak sayyiah adalah bentuk jihad terbesar, yakni jihadun nafs (perjuangan melawan hawa nafsu). Proses ini memerlukan kesadaran, niat yang tulus, dan langkah-langkah praktis:
- Mudzakarah dan Muhasabah (Introspeksi Diri): Luangkan waktu setiap hari untuk meninjau kembali tindakan, perkataan, dan niat yang telah dilakukan. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah tindakan saya tadi mendekatkan saya pada Allah atau menjauhkan?"
- Memperkuat Ilmu dan Tadabbur Al-Qur'an: Ilmu yang benar menjadi rem bagi perilaku yang salah. Dengan memahami konsekuensi dari setiap akhlak tercela melalui ayat Al-Qur'an dan Hadis, motivasi untuk berubah akan menguat.
- Mencari Lingkungan yang Saleh: Pergaulan sangat mempengaruhi karakter. Jika dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki akhlak mulia, kita akan terdorong untuk menirunya. Jauhi pergaulan yang sering membahas hal-hal negatif (ghibah dan namimah).
- Melawan Nafsu Secara Bertahap (Tadarruj): Jika kita cenderung marah, latihlah diri untuk diam ketika emosi memuncak. Jika cenderung pelit, paksakan diri untuk bersedekah dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
- Memperbanyak Doa: Memohon pertolongan Allah adalah inti dari segala usaha. Mintalah agar hati dibersihkan dari sifat iri, dengki, dan kesombongan.
Menghilangkan akhlak sayyiah bukanlah proses instan, melainkan perjalanan seumur hidup. Dengan kesadaran yang tinggi dan komitmen untuk terus memperbaiki diri, seorang Muslim dapat beralih dari kegelapan perilaku tercela menuju cahaya akhlak terpuji, demi meraih kebahagiaan sejati dunia dan akhirat.