Sindrom Terowongan Karpal atau Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kondisi yang sangat umum terjadi, terutama di kalangan individu yang pekerjaannya melibatkan gerakan berulang pada pergelangan tangan. Kondisi ini timbul akibat adanya tekanan pada saraf medianus di terowongan karpal, yaitu saluran sempit di pergelangan tangan. Gejala khas CTS meliputi nyeri, kesemutan, mati rasa, dan kelemahan pada tangan dan jari, terutama ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
Tekanan pada saraf medianus ini seringkali disebabkan oleh peradangan atau pembengkakan pada tendon di sekitar saraf, atau karena perubahan struktural di terowongan karpal itu sendiri. Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena CTS antara lain adalah gerakan tangan yang repetitif, posisi pergelangan tangan yang buruk saat bekerja, adanya kondisi medis seperti diabetes, rheumatoid arthritis, gangguan tiroid, serta perubahan hormonal selama kehamilan. Gejala CTS dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari memegang benda ringan hingga melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketangkasan jari.
Akupuntur adalah salah satu bentuk pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun. Terapi ini melibatkan penanaman jarum-jarum tipis steril pada titik-titik tertentu di seluruh tubuh yang diyakini terhubung dengan aliran energi vital (Qi). Dalam konteks TCM, keseimbangan Qi yang lancar sangat penting untuk kesehatan optimal. Gangguan pada aliran Qi ini dipercaya dapat menyebabkan penyakit dan rasa sakit.
Akupuntur bekerja dengan merangsang saraf, meningkatkan aliran darah, dan memicu pelepasan endorfin, yaitu zat kimia alami dalam tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri. Selain itu, akupuntur juga dapat membantu mengurangi peradangan, yang merupakan komponen kunci dalam banyak kondisi nyeri kronis, termasuk CTS. Terapi ini menawarkan pendekatan non-invasif dan minim efek samping dibandingkan dengan beberapa metode pengobatan konvensional.
Penerapan akupuntur untuk Sindrom Terowongan Karpal berfokus pada beberapa mekanisme utama yang bertujuan untuk mengurangi tekanan pada saraf medianus dan meredakan gejala yang dialami pasien. Berikut adalah cara kerja akupuntur dalam menangani CTS:
Sesi akupuntur biasanya dimulai dengan konsultasi mendalam oleh praktisi akupuntur yang bersertifikat. Praktisi akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, gejala yang dialami, gaya hidup, dan faktor pemicu lainnya. Berdasarkan penilaian ini, titik-titik akupuntur yang spesifik akan dipilih untuk sesi terapi.
Saat terapi, Anda akan diminta untuk duduk atau berbaring dengan nyaman. Jarum-jarum akupuntur yang sangat tipis dan steril akan ditusukkan ke titik-titik yang telah ditentukan. Anda mungkin merasakan sensasi ringan seperti sengatan atau geli saat jarum dimasukkan, tetapi rasa sakit seharusnya minimal. Jarum akan dibiarkan terpasang selama sekitar 15-30 menit, selama waktu tersebut, Anda mungkin akan merasakan sensasi hangat, kesemutan, atau berat di area tersebut. Beberapa pasien melaporkan rasa relaksasi yang mendalam selama sesi.
Frekuensi dan jumlah sesi akupuntur yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan gejala dan respons individu terhadap terapi. Umumnya, rangkaian perawatan awal mungkin melibatkan sesi 1-2 kali seminggu selama beberapa minggu. Setelah gejala membaik, sesi pemeliharaan dapat direkomendasikan sesuai kebutuhan.
Selain meredakan nyeri dan gejala utama CTS, akupuntur juga seringkali memberikan manfaat tambahan seperti peningkatan kualitas tidur, penurunan tingkat stres, dan peningkatan energi secara keseluruhan. Bagi banyak orang, akupuntur menjadi pilihan yang menarik karena minimnya efek samping yang serius.
Penting untuk mencari praktisi akupuntur yang berlisensi dan berpengalaman, terutama dalam menangani kondisi muskuloskeletal. Diskusikan kondisi Anda secara terbuka dengan dokter Anda sebelum memulai terapi akupuntur, untuk memastikan bahwa akupuntur merupakan pilihan yang tepat dan aman bagi Anda. Kombinasi akupuntur dengan perubahan gaya hidup, latihan peregangan, dan ergonomi tempat kerja dapat memberikan hasil yang lebih optimal dalam mengelola Sindrom Terowongan Karpal.
Akupuntur menawarkan pendekatan holistik yang dapat membantu tubuh Anda pulih dan mengurangi ketergantungan pada obat-obatan pereda nyeri. Jika Anda menderita CTS dan mencari alternatif alami untuk meredakan gejala Anda, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan praktisi akupuntur.