Teks Al-Maidah Ayat 5:90
Ayat ini merupakan peringatan tegas dari Allah SWT mengenai dua perilaku yang sangat dilarang dalam Islam, yaitu meminum khamar (minuman keras) dan berjudi.
Terjemahan (Secara Ringkas): "Sesungguhnya khamar, judi, berhala, dan anak panah undian itu adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-Maidah: 90)
Mengapa Kedua Hal Ini Disebut "Perbuatan Keji" (Rijs)?
Allah SWT tidak hanya melarang, tetapi juga memberikan alasan mendasar mengapa khamar (alkohol/minuman memabukkan) dan maisir (judi) harus ditinggalkan. Ayat ini secara eksplisit menyebut keduanya sebagai 'Rijs' (kekejian atau kotoran).
Dampak Khamar: Minuman keras merusak akal, yang merupakan karunia terbesar yang membedakan manusia dari makhluk lain. Ketika akal hilang, seseorang rentan melakukan perbuatan dosa, kekerasan, dan kerusakan moral lainnya. Dampaknya meluas dari individu hingga keluarga dan masyarakat.
Dampak Maisir (Judi): Judi adalah bentuk perolehan harta tanpa usaha yang benar dan halal. Ia menumbuhkan sifat tamak, iri hati, dan kebencian. Pihak yang kalah akan merasa tertipu dan menderita kerugian materi, sementara pihak yang menang menjadi sombong. Ini merusak tatanan sosial dan ekonomi yang adil.
Kaitan dengan Perbuatan Syaitan
Ayat ini menegaskan bahwa kedua aktivitas tersebut adalah 'Amal asy-Syaithan' (perbuatan syaitan). Syaitan selalu berusaha memisahkan manusia dari Tuhannya dan dari sesama manusia. Khamar menciptakan permusuhan dan kebencian, sedangkan judi menciptakan keserakahan dan ketidakadilan. Dengan menjauhi keduanya, seorang mukmin memutus rantai pengaruh negatif yang dihembuskan oleh godaan syaitan.
Jalan Menuju Keberuntungan (Falah)
Puncak dari ayat ini adalah janji kebahagiaan dan kesuksesan sejati: "Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (la'allakum tuflihun)."
Keberuntungan (Falah) dalam konteks Islam bukan sekadar kesuksesan duniawi, melainkan pencapaian tertinggi, yaitu selamat dari siksa neraka dan memperoleh ridha Allah serta surga-Nya. Dengan menjauhi dua dosa besar ini, seorang Muslim telah membersihkan dirinya dari penghalang terbesar menuju kesempurnaan iman dan kemuliaan hidup. Pembersihan diri ini adalah prasyarat dasar untuk mencapai segala bentuk keberhasilan hakiki.
Selain khamar dan judi, ayat ini juga mencakup larangan terhadap Ansab (berhala atau sesembahan selain Allah) dan Azlam (anak panah undian yang digunakan untuk menentukan nasib), yang semuanya merupakan bentuk kemusyrikan dan ketergantungan kepada selain Allah. Intinya, ayat 5:90 adalah seruan untuk memurnikan tauhid dan menjaga akal serta harta dari perusakan.