Tafsir dan Makna Al Quran Surat Al-Anfal Ayat 10

"Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian kekuatan dari Allah) itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kamu..." Pertolongan

Dalam lautan ayat-ayat suci Al-Qur'an, terdapat mutiara-mutiara hikmah yang menuntun umat manusia menuju kebaikan dan ketenangan jiwa. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam Surat Al-Anfal ayat 10.

وَ مَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشۡرٰى وَ لِتَطۡمَۣـِٔنَّ بِهٖ قُلُوۡبُكُمۡ ؕ وَ مَا النَّصۡرُ اِلَّا مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيۡزٌ حَكِيۡمٌ
Artinya: "Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian kekuatan dari Allah) itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kamu dan agar hatimu menjadi tenang dengan pertolongan Allah itu. Dan kemenangan hanyalah dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ayat ini diturunkan dalam konteks peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Perang Badar. Setelah perjuangan yang gigih dan penuh tantangan, Allah SWT memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin meskipun jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan musuh. Pemberian kemenangan ini bukan sekadar hasil dari kekuatan fisik semata, melainkan sebuah karunia ilahi yang memiliki makna mendalam.

Makna dan Hikmah yang Terkandung

1. Kabar Gembira (Bisyaroh): Allah SWT menegaskan bahwa pertolongan yang diberikan-Nya adalah sebuah kabar gembira. Ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kesulitan dan perjuangan yang dihadapi oleh orang-orang beriman, selalu ada harapan dan janji kebaikan dari Sang Pencipta. Kabar gembira ini berfungsi untuk membangkitkan semangat, menumbuhkan optimisme, dan menguatkan keyakinan bahwa pertolongan Allah itu nyata.

2. Ketenangan Hati (Tathmainun): Selain sebagai kabar gembira, pertolongan Allah juga bertujuan untuk memberikan ketenangan hati bagi orang-orang yang beriman. Dalam situasi genting dan penuh ketidakpastian, keraguan dan kecemasan bisa saja melanda. Namun, dengan memahami bahwa kemenangan berasal dari Allah, hati akan menjadi lapang, beban terasa ringan, dan keyakinan akan kekuasaan-Nya akan menumbuhkan ketenteraman batin. Ketenangan ini memungkinkan kaum mukminin untuk tetap fokus pada tujuan utama, yaitu menegakkan kebenaran dan beribadah kepada Allah SWT.

3. Sumber Kemenangan yang Murni: Ayat ini secara tegas menyatakan, "Dan kemenangan hanyalah dari Allah." Kalimat ini merupakan penegasan fundamental tentang sumber segala kemenangan. Manusia boleh berusaha, berikhtiar, dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, namun hasil akhir tetap berada di tangan Allah SWT. Kemenangan sejati bukanlah semata-mata hasil dari strategi perang, jumlah pasukan, atau kecanggihan persenjataan, melainkan sebuah anugerah yang diberikan oleh Allah. Pengakuan ini mengajarkan kerendahan hati dan menghindari sifat sombong serta takabur yang seringkali menjadi akar kehancuran.

4. Sifat Allah yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana: Ayat diakhiri dengan pujian kepada Allah SWT, "Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Sifat Maha Perkasa (Al-Aziz) menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat mengalahkan-Nya, dan Dia mampu memberikan kemenangan kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Sifat Maha Bijaksana (Al-Hakim) menegaskan bahwa setiap keputusan dan tindakan-Nya memiliki hikmah dan tujuan yang terbaik, meskipun terkadang tidak segera dapat dipahami oleh akal manusia. Kombinasi kedua sifat ini memberikan keyakinan penuh bahwa pertolongan dan ketetapan-Nya selalu yang terbaik.

Surat Al-Anfal ayat 10 ini bukan hanya relevan bagi para pejuang di medan perang, tetapi juga bagi setiap individu Muslim dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Baik itu ujian dalam karier, keluarga, ekonomi, atau bahkan dalam perjuangan melawan hawa nafsu diri sendiri. Inti pesannya adalah untuk senantiasa menggantungkan harapan pada Allah, meyakini pertolongan-Nya, dan menjadikan setiap kemenangan serta kesulitan sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan memahami dan meresapi ayat ini, diharapkan hati kita senantiasa tenang, semangat kita membara, dan keyakinan kita kepada Allah SWT semakin kokoh.
🏠 Homepage