Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam kalender Hijriyah, yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Memasuki bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebajikan. Salah satu momen penting dalam bulan Rajab adalah tanggal 27 Rajab, yang bertepatan dengan peristiwa agung Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, fokus amalan pada malam ini menjadi sangat ditekankan.
Meskipun tidak ada penetapan ibadah spesifik yang wajib dilakukan pada malam 27 Rajab secara eksplisit melalui hadis shahih yang menetapkan ritual khusus, malam ini secara historis sangat terkait dengan peristiwa Isra Mi'raj. Oleh karenanya, umat Islam mengisi malam ini dengan rangkaian ibadah yang dianjurkan sepanjang bulan Rajab, ditambah dengan penghormatan terhadap kenangan agung tersebut.
Bulan Rajab membuka gerbang menuju persiapan spiritual menjelang datangnya Sya'ban dan kemudian Ramadan. Para ulama terdahulu sering menyebut Rajab sebagai bulan menanam benih, Sya'ban sebagai bulan menyirami, dan Ramadan sebagai bulan memanen hasilnya. Meningkatkan kualitas ibadah di Rajab adalah investasi pahala yang besar.
Malam 27 Rajab, sebagai malam peringatan Isra Mi'raj, menjadi momentum refleksi mendalam tentang keagungan mukjizat yang diterima Rasulullah SAW. Isra Mi'raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan kenaikan spiritual yang membawa syariat penting bagi umat Islam, terutama penetapan salat lima waktu.
Meskipun tidak ada tuntunan ritual yang pasti untuk malam ini, berikut adalah beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, mengikuti sunnah umum bulan haram dan tradisi salihin:
Karena Isra Mi'raj secara fundamental memberikan karunia salat lima waktu, amalan paling utama pada malam 27 Rajab adalah memastikan kualitas salat wajib kita. Evaluasi kekhusyukan, ketepatan waktu, dan kesempurnaan wudhu saat melaksanakan salat fardhu pada hari tersebut dan malam sebelumnya.
Menghidupkan malam ini dengan amal saleh merupakan cara kita meneladani semangat para salafus shaleh yang sangat menghargai bulan-bulan suci. Mereka tidak menunggu datangnya Ramadan, namun memanfaatkan setiap kesempatan emas yang Allah berikan.
Salah satu doa yang populer diamalkan di bulan Rajab, dan sangat sesuai diucapkan pada malam 27 Rajab, adalah permohonan agar Allah mempertemukan kita dengan keberkahan bulan-bulan berikutnya:
"Allahumma barik lanaa fii Rajab, wa Sya’ban, wa ballighnaa Ramadhan."
Artinya: Ya Allah, berkahkanlah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan.
Memanfaatkan malam 27 Rajab dengan ibadah yang tulus adalah bentuk syukur atas peristiwa luar biasa yang menjadi penyejuk hati Nabi Muhammad SAW dan pelajaran penting bagi seluruh umat Islam. Niatkan setiap ibadah yang dilakukan di malam ini semata-mata mengharap ridha Allah SWT.