Memiliki aquarium ikan hias di rumah bisa menjadi sumber ketenangan dan keindahan tersendiri. Suara gemericik air yang menenangkan, gerakan ikan yang anggun, serta warna-warni dekorasi, semuanya menciptakan suasana relaksasi dan estetika yang memukau. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membawa pulang ikan-ikan cantik, penting untuk memahami dasar-dasar perawatan dan penyiapan aquarium yang tepat. Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah penting dalam membangun dan merawat aquarium ikan hias idaman Anda.
1. Memilih Aquarium yang Tepat
Langkah pertama dan terpenting adalah memilih ukuran dan jenis aquarium yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ukuran aquarium akan sangat bergantung pada jenis dan jumlah ikan yang ingin Anda pelihara. Jangan tergoda untuk membeli aquarium kecil hanya karena keterbatasan ruang atau biaya. Ikan yang terlalu banyak dalam aquarium sempit akan mudah stres, sakit, dan pertumbuhannya terhambat.
Ukuran: Untuk pemula, aquarium dengan volume 40-75 liter adalah pilihan yang baik. Ukuran ini cukup fleksibel untuk menampung beberapa jenis ikan kecil hingga sedang, serta memberikan ruang yang memadai untuk pergerakan mereka.
Material: Aquarium umumnya terbuat dari kaca atau akrilik. Kaca lebih tahan gores dan tidak mudah keruh, namun lebih berat dan rentan pecah. Akrilik lebih ringan dan lebih tahan pecah, tetapi lebih mudah tergores.
Bentuk: Bentuk standar persegi panjang adalah yang paling umum dan paling mudah diatur. Hindari bentuk-bentuk yang tidak lazim yang mungkin menyulitkan penempatan peralatan atau menciptakan area mati bagi aliran air.
2. Peralatan Penting untuk Aquarium Ikan Hias
Sebuah aquarium ikan hias yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar wadah berisi air dan ikan. Berikut adalah beberapa peralatan esensial yang wajib Anda miliki:
Filter: Filter adalah jantung dari sistem aquarium Anda. Fungsinya adalah membersihkan air dari kotoran fisik dan mengurai zat berbahaya seperti amonia dan nitrit. Ada berbagai jenis filter, seperti filter internal, eksternal (canister), dan hang-on-back. Pilihlah filter yang sesuai dengan volume aquarium Anda.
Pemanas (Heater) dan Termometer: Sebagian besar ikan hias tropis membutuhkan suhu air yang stabil, biasanya antara 24-28 derajat Celsius. Pemanas akan menjaga suhu air, sementara termometer akan membantu Anda memantaunya.
Lampu: Lampu aquarium tidak hanya berfungsi untuk memperindah tampilan, tetapi juga penting untuk pertumbuhan tanaman air jika Anda memilih untuk memeliharanya. Pilih lampu dengan spektrum yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman dan warna ikan.
Aerator dan Batu Udara: Aerator atau pompa udara membantu sirkulasi air dan meningkatkan kadar oksigen terlarut, yang sangat penting untuk kelangsungan hidup ikan, terutama jika Anda memelihara ikan dalam jumlah banyak atau ikan yang membutuhkan banyak oksigen.
Substrat: Ini adalah material dasar aquarium, seperti pasir atau kerikil. Substrat tidak hanya menambah estetika, tetapi juga dapat menjadi tempat tinggal bagi bakteri baik dan membantu pertumbuhan tanaman.
Dekorasi: Hiasan seperti batu, kayu apung, atau tanaman artifisial/hidup akan membuat aquarium terlihat lebih menarik dan memberikan tempat bersembunyi bagi ikan, mengurangi stres mereka.
3. Penyiapan Aquarium dan Siklus Nitrogen
Sebelum memasukkan ikan, aquarium perlu disiapkan dan melalui proses yang disebut "siklus nitrogen". Ini adalah proses biologis yang membentuk koloni bakteri baik dalam filter dan substrat yang akan menguraikan limbah ikan.
Bersihkan Aquarium: Cuci bersih aquarium dan semua perlengkapan dengan air bersih. Hindari penggunaan sabun atau bahan kimia.
Pasang Peralatan: Tempatkan filter, pemanas, dan substrat. Isi aquarium dengan air yang sudah diendapkan (atau menggunakan air yang sudah diolah dengan produk anti-klorin).
Mulai Siklus Nitrogen: Ini bisa memakan waktu 2-6 minggu. Anda perlu menambahkan sumber amonia (misalnya, sedikit makanan ikan atau amonia murni) ke dalam aquarium setiap hari untuk memberi makan bakteri. Uji kadar amonia, nitrit, dan nitrat secara berkala menggunakan test kit. Siklus dianggap selesai ketika amonia dan nitrit terbaca nol, dan nitrat mulai meningkat.
Memahami siklus nitrogen sangat krusial untuk mencegah keracunan amonia yang dapat membunuh ikan Anda.
4. Memilih Ikan Hias yang Tepat
Setelah aquarium siap, barulah Anda bisa memilih penghuni barunya. Lakukan riset terlebih dahulu mengenai jenis ikan yang kompatibel satu sama lain. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
Ukuran Dewasa: Pastikan aquarium Anda cukup besar untuk ukuran ikan saat dewasa.
Temperamen: Hindari mencampur ikan yang agresif dengan ikan yang pemalu.
Kebutuhan Air: Pastikan semua ikan memiliki kebutuhan suhu, pH, dan kekerasan air yang serupa.
Populasi: Jangan mengisi aquarium terlalu penuh. Ikuti panduan "satu inci ikan per galon" sebagai referensi kasar, namun ini sangat bervariasi tergantung jenis ikan.
Beberapa ikan hias populer untuk pemula antara lain Guppy, Platy, Molly, Neon Tetra, dan Corydoras Catfish.
5. Perawatan Rutin Aquarium Ikan Hias
Perawatan rutin adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan dan keindahan aquarium ikan hias Anda:
Penggantian Air: Lakukan penggantian air sebagian (sekitar 20-25%) setiap minggu atau dua minggu sekali, tergantung pada kepadatan populasi ikan dan hasil tes air. Gunakan air bersih yang sudah diendapkan atau diolah.
Pembersihan Filter: Bersihkan media filter secara berkala, tetapi jangan terlalu sering dan jangan menggunakan air keran. Gunakan air aquarium yang telah diambil saat penggantian air untuk menjaga bakteri baik.
Pembersihan Kaca: Bersihkan lumut atau alga yang menempel di kaca aquarium.
Pemberian Makan: Beri makan ikan secukupnya, hanya sebanyak yang bisa mereka habiskan dalam 2-3 menit, satu atau dua kali sehari. Jangan memberi makan berlebihan.
Observasi: Amati perilaku ikan Anda setiap hari. Perubahan perilaku bisa menjadi tanda awal penyakit atau masalah dalam aquarium.
Merawat aquarium ikan hias memang membutuhkan dedikasi, namun kepuasan melihat ekosistem kecil yang sehat dan indah di rumah Anda akan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.