Pilihan Ayat untuk Acara Isra Mi'raj

Ilustrasi Langit Malam dan Cahaya Ilahi

Perjalanan suci Nabi Muhammad SAW

Isra Mi'raj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menunjukkan keagungan dan kemuliaan derajat Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT. Memperingati peristiwa ini seringkali diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang relevan, baik yang secara eksplisit menyebutkan peristiwa tersebut maupun yang berbicara tentang kebesaran Allah dan perjalanan spiritual.

Ayat Utama Mengenai Isra

Peristiwa Isra, yaitu perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, secara jelas disebutkan dalam Al-Qur'an.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

(QS. Al-Isra: 1): "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Ayat ini adalah landasan utama peringatan Isra. Ayat ini menegaskan bahwa perjalanan tersebut adalah mukjizat yang dilakukan oleh Allah, bukan kehendak Nabi sendiri, dan tujuannya adalah menunjukkan sebagian dari kebesaran Allah.

Ayat Tentang Kebesaran Allah dan Perjalanan Spiritual

Selain ayat spesifik tentang Isra, ayat-ayat yang menggambarkan kekuasaan Allah dalam menciptakan alam semesta dan meninggikan derajat hamba-Nya sangat cocok untuk mengiringi pembacaan sejarah Mi'raj.

وَلَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ

(QS. An-Najm: 18): "Sesungguhnya telah dlihat sebagian dari tanda-tanda Tuhan-Nya yang paling besar."

Ayat ini seringkali dikaitkan dengan puncak perjalanan Mi'raj, yaitu ketika Nabi Muhammad SAW melihat kebesaran Allah yang hakiki. Meskipun konteksnya merujuk pada wahyu secara umum, dalam acara Isra Mi'raj, ayat ini menjadi penekanan visual atas apa yang disaksikan Nabi di tingkatan langit tertinggi.

Ayat Pendukung Mengenai Keistimewaan Nabi

Peristiwa ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan umat akan kedudukan tinggi Nabi Muhammad SAW di hadapan Allah SWT.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

(QS. Al-Anbiya: 107): "Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam."

Ayat ini mengingatkan audiens bahwa seluruh peristiwa yang dialami Nabi, termasuk Isra Mi'raj, adalah bagian dari misi kenabian-Nya sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia dan alam semesta. Keistimewaan yang diberikan Allah dalam perjalanan tersebut menegaskan status beliau sebagai pembawa rahmat tertinggi.

Hikmah untuk Umat

Peringatan Isra Mi'raj bukan hanya kisah masa lampau, melainkan pelajaran hidup. Ayat-ayat yang dibacakan harus menginspirasi jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat lima waktu yang diperintahkan langsung dalam peristiwa tersebut. Membaca dan merenungkan ayat-ayat ini membantu menegaskan kembali bahwa perjalanan spiritual tertinggi selalu dimulai dengan ketaatan dan penghambaan yang tulus, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam perjalanan malamnya.

Dengan memilih ayat-ayat ini, penyelenggara acara dapat menciptakan suasana khidmat yang berfokus pada keesaan Allah, kemukjizatan Rasulullah, dan nilai-nilai spiritual yang mendalam yang terkandung dalam peristiwa agung Isra Mi'raj.

🏠 Homepage