Bacaan Lengkap Surah Al-Maidah (القراءة سورة المائدة)

Surah Kelima dalam Al-Qur'an

م Ilustrasi Simbolis Kitab Suci dan Keadilan
1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah segala janji (kontrak) (1). Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu (dilarang), dengan tidak menghalalkan memburu binatang buruan, ketika kamu sedang berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

3

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Diharamkan bagimu (makan) bangkai, darah, daging babi, (daging) hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala, dan (diharamkan bagimu) mengundi nasib dengan panah. (Ketentuan) itu adalah suatu kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa (untuk mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari Ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu jadi agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan (untuk makan yang haram) bukan karena ingin melanggar dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

4

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang-binatang pemburu yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu." Maka makanlah apa yang telah mereka tangkapkan untukmu, dan sebutlah nama Allah ketika kamu melepaskannya (untuk berburu) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Cepat Perhitungan-Nya.

5

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan menikahi) wanita yang menjaga kehormatan dari orang-orang mu'min dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu, bila kamu telah memberikan maskawin kepada mereka, dengan maksud menikahinya, bukan untuk berzina dan bukan (pula) untuk menjadikan mereka gundik-gundik. Barangsiapa murtad dari agama-Nya niscaya lenyaplah amal-amalnya; ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.

6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهُرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ يُرِيدُ اللَّهُ لِيُجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن لِّيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Dan jika kamu junub, maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh wanita, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

7

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Dan ingatlah nikmat Allah atas kamu dan perjanjian-Nya yang telah mengikatkanmu (kepadamu) ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, lagi menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika yang seorang (yang dituduh) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (urusan) mereka berdua. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan kata-kata (dalam persaksian) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

9

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.

10

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah (yang telah dilimpahkan) kepada kamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerang kamu, lalu Allah menahan tangan mereka dari (menyerang) kamu. Bertakwalah kepada Allah; dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman itu bertawakal.

12

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian (yang teguh) dari Bani Israil dan Allah membangkitkan di antara mereka 12 orang pemimpin. Dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku bersamamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku, kamu bantu (memuliakan) mereka dan kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka barangsiapa di antara kamu kafir sesudah itu, maka sesungguhnya dia telah sesat dari jalan yang sama.

13

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Maka disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka mengubah-ubah makna firman (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari peringatan yang diberikan kepada mereka. Dan kamu (Muhammad) sekali-kali tidak henti-hentinya mendapati pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka. Maka maafkanlah mereka dan berpalinglah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

14

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Dan dari orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani", Kami ambil perjanjian mereka, lalu mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari peringatan yang diberikan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Dan Allah kelak akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

15

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan bagimu sebahagian besar dari apa yang kamu telah sembunyikan (dari) Kitab, dan banyak pula yang dibiarkannya (tidak dijelaskan). Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menerangkan.

16

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan kesejahteraan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari kegelapan kepada cahaya yang dengan kehendak-Nya (Allah) memimpin mereka kepada jalan yang lurus.

17

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah yang dapat menolak (kehendak) Allah jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu, dan ibunya dan semua orang yang ada di bumi?". Allah memiliki langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

18

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۖ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan orang-orang yang dicintai-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?". Bahkan kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan bagi Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).

19

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ ۖ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepadamu Rasul Kami, yang menjelaskan (syariat Kami) kepadamu di waktu terputusnya (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: "Tidak datang kepada kami seorang pembawa berita gembira dan seorang pemberi peringatan". Maka sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

20

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika Dia mengangkat di antara kamu para nabi dan menjadikan kamu raja-raja, dan Dia memberikan kepadamu apa yang belum pernah Dia berikan kepada seorang pun (di antara umat-umat yang terdahulu).

21

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Hai kaumku, masuklah ke negeri suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah untukmu, dan janganlah kamu melarikan diri (dari medan perang) karena sesungguhnya jika kamu berpaling (darinya) niscaya kamu akan menjadi orang-orang yang merugi.

22

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ خَرَجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya di negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat, sekali-kali kami tidak akan memasukinya selama mereka ada di dalamnya, kalau mereka keluar daripadanya niscaya kami akan masuk".

23

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang takut (kepada Allah), yang telah diberi nikmat oleh Allah, "Majulah kamu serbu mereka melalui pintu gerbang, maka apabila kamu memasukinya kamu pasti menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman".

24

قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selama mereka ada di dalamnya, maka pergilah kamu bersama Tuhanmu dan perangilah, sesungguhnya kami mahu duduk menanti di sini saja".

Tinjauan Umum Surah Al-Maidah

Surah Al-Maidah (Hidangan) adalah surah ke-5 dalam urutan mushaf Al-Qur'an dan merupakan salah satu surah Madaniyah terpanjang. Surah ini diturunkan setelah peristiwa penting dalam sejarah Islam dan mengandung berbagai macam hukum yang penting, menjadikannya salah satu sumber utama dalam fikih Islam.

Beberapa tema utama yang dibahas dalam Al-Maidah meliputi:

  • Pemenuhan janji dan akad (ayat 1).
  • Hukum makanan yang dihalalkan dan diharamkan (ayat 3). Ayat ini memuat penggalan ayat paling terkenal tentang kesempurnaan agama: "Hari Ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu..."
  • Syarat-syarat pernikahan dengan Ahli Kitab (ayat 5).
  • Hukum wudhu dan tayamum (ayat 6).
  • Perintah untuk bersikap adil (ayat 8).
  • Kisah perjanjian dengan Bani Israil dan kegagalan mereka memenuhinya (ayat 12-14).
  • Kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa cahaya dan Kitab yang menjelaskan kebenaran yang disembunyikan (ayat 15-16).
  • Penolakan tegas terhadap klaim ketuhanan Isa Al-Masih (ayat 17).
  • Panggilan kepada Ahli Kitab untuk mengikuti kebenaran (ayat 19-20).
  • Kisah Nabi Musa dan penolakan kaumnya memasuki tanah yang dijanjikan (ayat 20-26).

Secara keseluruhan, Surah Al-Maidah menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perintah Allah, keadilan, kejujuran dalam perjanjian, dan penekanan bahwa risalah Islam adalah penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya. Isi surah ini sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari umat Muslim dalam hal ibadah, muamalah (interaksi sosial dan ekonomi), dan etika.

🏠 Homepage