Memiliki akuarium di rumah bisa menjadi hiburan tersendiri. Keindahan ikan-ikan yang berenang dengan anggun dan tanaman air yang hijau dapat memberikan nuansa ketenangan dan relaksasi. Namun, keindahan ini tidak akan bertahan lama jika akuarium tidak dirawat dengan baik. Kualitas air yang buruk, lumut yang berlebihan, atau penumpukan kotoran dapat membuat akuarium terlihat kumuh dan membahayakan kesehatan ikan. Oleh karena itu, memahami cara bersihkan akuarium yang benar adalah kunci utama.
Akuarium yang bersih bukan hanya soal estetika. Air yang jernih menandakan keseimbangan ekosistem di dalamnya terjaga. Kotoran ikan, sisa makanan yang membusuk, dan penumpukan limbah lainnya dapat meningkatkan kadar amonia, nitrit, dan nitrat dalam air. Zat-zat ini sangat beracun bagi ikan, bahkan dalam konsentrasi rendah sekalipun. Selain itu, air yang kotor menjadi media berkembang biaknya bakteri patogen dan jamur yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan.
Sebelum Anda mulai membersihkan akuarium, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan:
Untuk pembersihan rutin yang tidak terlalu drastis, ikan biasanya tidak perlu dipindahkan. Namun, jika Anda ingin melakukan pembersihan mendalam, membersihkan substrat secara menyeluruh, atau jika air sangat kotor, memindahkan ikan ke wadah terpisah dengan air akuarium yang sudah disiapkan adalah tindakan pencegahan yang baik. Pastikan wadah tersebut memiliki aerasi atau sirkulasi udara yang cukup.
Gunakan pembersih kaca akuarium atau sikat plastik untuk menghilangkan alga dan kotoran yang menempel di dinding kaca. Jika menggunakan pembersih khusus, ikuti instruksi penggunaannya. Hindari penggunaan bahan kimia rumah tangga yang dapat meracuni ikan.
Ini adalah bagian terpenting dari cara bersihkan akuarium. Gunakan selang siphon untuk menyedot air kotor dari dasar akuarium. Sambil menyedot air, arahkan ujung siphon ke substrat (pasir atau kerikil) untuk menarik kotoran yang mengendap. Lakukan ini untuk sekitar 20-30% dari total volume air. Jangan menguras semua air, karena ini akan mengganggu siklus nitrogen yang penting bagi kesehatan akuarium.
Ambil dekorasi seperti bebatuan, kayu, atau patung (jika ada) dan sikat perlahan menggunakan air akuarium yang sudah Anda sedot di ember. Hindari penggunaan sabun. Untuk filter, jangan pernah mencucinya dengan air keran yang mengandung klorin karena dapat membunuh bakteri baik yang hidup di dalamnya. Bilas media filter (seperti spons atau keramik) dengan air akuarium yang sudah disedot tadi untuk membersihkan kotoran yang menumpuk.
Setelah sebagian air kotor terbuang dan substrat dibersihkan, mulailah mengisi akuarium kembali dengan air bersih yang sudah Anda siapkan. Tuangkan air secara perlahan agar tidak mengganggu substrat dan ikan. Anda bisa menaruh piring atau tangan di dasar akuarium saat menuang air agar aliran tidak terlalu kencang.
Setelah semua selesai, nyalakan kembali filter, pemanas (jika ada), dan aerator. Pastikan semua peralatan berfungsi normal.
Membersihkan akuarium secara teratur dengan metode yang benar akan memastikan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi ikan Anda. Dengan sedikit usaha dan pengetahuan, Anda bisa menikmati keindahan akuarium yang selalu jernih dan menawan.