Bagi banyak pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, volume dan kualitas air mani (ejakulat) sering menjadi topik diskusi penting. Meskipun volume bukanlah satu-satunya penentu kesuburan—jumlah, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) sel sperma jauh lebih krusial—meningkatkan volume secara keseluruhan dapat meningkatkan peluang sperma mencapai sel telur.
Kabar baiknya adalah bahwa volume sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Dengan menerapkan perubahan pola makan dan kebiasaan harian, Anda dapat mendukung produksi sperma yang lebih optimal. Berikut adalah panduan terperinci mengenai cara alami untuk mendukung peningkatan volume ejakulasi.
Ini mungkin terdengar kontradiktif, tetapi menahan diri dari ejakulasi terlalu lama sebenarnya dapat menurunkan kualitas dan volume sperma yang keluar saat terjadi ejakulasi.
Nutrisi adalah fondasi dari kesehatan reproduksi. Pastikan asupan Anda kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral tertentu.
Dikenal baik untuk DNA, asam folat juga terkait dengan peningkatan jumlah sperma. Sumbernya termasuk sayuran hijau gelap (bayam, brokoli) dan kacang-kacangan.
Zinc memainkan peran vital dalam pembentukan lapisan luar dan ekor sperma. Kekurangan zinc dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron dan volume sperma. Makanan kaya zinc antara lain tiram, daging merah tanpa lemak, biji labu, dan kacang mete.
Antioksidan membantu melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas (stres oksidatif). Konsumsi buah-buahan sitrus, beri, alpukat, dan kacang-kacangan.
Asam amino ini adalah prekursor untuk Nitrit Oksida, yang membantu meningkatkan aliran darah. Beberapa penelitian menunjukkan peran L-Arginine dalam meningkatkan jumlah sperma. Sumbernya meliputi daging unggas, kacang-kacangan, dan produk susu.
Beberapa gaya hidup dapat secara signifikan mengurangi volume dan kualitas sperma:
Air mani sebagian besar terdiri dari cairan. Dehidrasi adalah penyebab umum volume ejakulasi yang rendah. Pastikan Anda minum air putih yang cukup sepanjang hari, terutama sebelum dan sesudah aktivitas fisik. Targetkan setidaknya 8 gelas air per hari, atau lebih jika Anda aktif berolahraga.
Obesitas atau kelebihan berat badan dapat mengganggu keseimbangan hormon pria, khususnya meningkatkan konversi testosteron menjadi estrogen. Ketidakseimbangan hormonal ini secara langsung berdampak negatif pada produksi sperma. Menurunkan berat badan ke rentang sehat seringkali dapat membalikkan efek ini.
Jika Anda telah mencoba perubahan gaya hidup ini selama beberapa bulan namun masih mengalami volume ejakulasi yang sangat rendah (kurang dari 1,5 ml per ejakulasi), atau jika Anda dan pasangan mengalami kesulitan hamil, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter urologi atau spesialis kesuburan. Mereka dapat melakukan analisis sperma (spermiogram) untuk mengidentifikasi masalah medis yang mendasarinya.