Masalah ejakulasi dini, atau mani cepat keluar, adalah kondisi umum yang dialami oleh banyak pria pada berbagai tahap kehidupan. Meskipun seringkali bukan merupakan gejala penyakit serius, kondisi ini dapat menimbulkan rasa frustrasi, kecemasan, dan mempengaruhi kualitas hubungan intim. Memahami penyebab dan mengetahui cara mengatasinya adalah langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kepuasan seksual.
Ejakulasi dini didefinisikan sebagai kondisi di mana seorang pria secara konsisten atau hampir selalu mengalami ejakulasi dalam waktu sekitar satu menit setelah penetrasi, atau sebelum yang diinginkan oleh dirinya dan pasangannya. Ada dua jenis utama: primer (sejak awal aktivitas seksual) dan sekunder (baru muncul belakangan).
Penyebab ejakulasi dini bisa bersifat psikologis maupun fisiologis. Mengidentifikasi akar masalah adalah kunci dalam menentukan strategi penanganan yang tepat.
Penanganan ejakulasi dini harus komprehensif, melibatkan perubahan perilaku, teknik fisik, dan terkadang bantuan medis. Jangan berkecil hati; banyak pria berhasil mengelola kondisi ini.
Teknik-teknik ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tubuh dan kemampuan untuk menunda orgasme.
Ini adalah metode yang paling sering direkomendasikan. Caranya adalah dengan merangsang diri sendiri atau pasangan hingga mendekati titik tidak tertahankan, kemudian berhenti sepenuhnya selama sekitar 30 detik hingga gairah menurun sedikit. Ulangi siklus ini beberapa kali sebelum akhirnya membiarkan ejakulasi terjadi.
Saat Anda merasa hampir mencapai klimaks, Anda atau pasangan meremas pangkal atau ujung penis dengan lembut namun tegas selama beberapa detik. Ini membantu menurunkan gairah. Teknik ini juga dapat dilakukan saat masturbasi untuk melatih kontrol.
Menguatkan otot pubococcygeus (PC) dapat memberikan kontrol yang lebih baik saat ejakulasi. Lakukan kontraksi otot yang sama saat Anda mencoba menghentikan aliran urin, tahan selama beberapa detik, lalu rileks. Ulangi 10-15 kali, tiga kali sehari.
Mengatasi kecemasan adalah separuh dari perjuangan.
Jika perubahan perilaku tidak memberikan hasil signifikan, pertimbangkan opsi berikut:
Produk yang mengandung lidokain atau benzokain dapat mengurangi sensitivitas penis sementara. Gunakan sekitar 10-15 menit sebelum berhubungan dan pastikan untuk membersihkannya atau menggunakan kondom untuk mencegah mati rasa pada pasangan.
Kondom yang lebih tebal atau kondom yang mengandung sedikit zat mati rasa dapat membantu mengurangi stimulasi yang diterima penis.
Jika masalah berlanjut, konsultasikan dengan dokter atau urolog. Dokter mungkin meresepkan obat antidepresan tertentu (SSRI) yang memiliki efek samping menunda orgasme, atau menyarankan terapi spesifik lainnya. Jangan pernah mengonsumsi obat resep tanpa pengawasan medis.
Mengatasi mani cepat keluar memerlukan kesabaran dan latihan. Dengan menggabungkan teknik perilaku, mengelola faktor psikologis, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan, Anda dapat secara efektif meningkatkan kontrol ejakulasi dan menikmati kehidupan seksual yang lebih memuaskan.