Cara Menggunakan Termometer Raksa yang Aman dan Tepat
Ilustrasi termometer raksa.
Termometer raksa, meskipun kini banyak digantikan oleh termometer digital, masih menjadi alat ukur suhu tubuh yang andal jika digunakan dengan benar. Keakuratannya yang tinggi menjadikannya pilihan favorit di masa lalu. Namun, penggunaan termometer raksa memerlukan perhatian khusus karena bahan di dalamnya, yaitu raksa, bersifat toksik jika terpapar langsung. Memahami cara menggunakan termometer raksa dengan aman adalah kunci agar Anda mendapatkan hasil pengukuran yang akurat tanpa mengorbankan kesehatan.
Persiapan Sebelum Menggunakan Termometer Raksa
Sebelum memulai pengukuran, ada beberapa langkah persiapan yang penting:
Periksa Kondisi Termometer: Pastikan tidak ada retakan atau kerusakan pada tabung kaca termometer. Jika termometer pecah, segera bersihkan dengan hati-hati dan hindari kontak langsung dengan raksa.
Bersihkan Termometer: Cuci termometer dengan air sabun dingin atau larutan disinfektan ringan. Bilas hingga bersih dan keringkan menggunakan tisu atau kain lembut.
Kocok Termometer: Ini adalah langkah krusial. Pegang bagian ujung termometer yang berlawanan dengan tabung raksa. Goyangkan dengan gerakan pergelangan tangan yang kuat ke bawah beberapa kali hingga kolom raksa turun di bawah angka 35°C (atau di bawah suhu tubuh normal). Proses ini membutuhkan sedikit latihan agar terbiasa.
Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan Termometer Raksa
Ada tiga metode umum untuk mengukur suhu tubuh menggunakan termometer raksa:
1. Pengukuran di Bawah Lidah (Oral)
Ini adalah metode yang paling umum dan direkomendasikan untuk orang dewasa dan anak-anak yang kooperatif.
Tempatkan ujung termometer yang berisi raksa di bawah lidah, tepat di salah satu sisi frenulum (lipatan di bawah lidah).
Instruksikan orang yang diukur untuk menutup mulutnya rapat dan bernapas melalui hidung. Pastikan bibir menutupi termometer dan tidak ada udara yang masuk.
Biarkan termometer selama 3-5 menit untuk mendapatkan pembacaan yang akurat.
2. Pengukuran di Ketiak (Aksilar)
Metode ini sering digunakan untuk bayi, anak kecil, atau orang yang tidak bisa membuka mulutnya.
Pastikan area ketiak kering. Jika basah, keringkan terlebih dahulu.
Letakkan ujung termometer yang berisi raksa tepat di tengah ketiak.
Tekan lengan ke bawah agar termometer terjepit rapat dan tidak bergerak.
Biarkan termometer selama 5-10 menit. Hasil pengukuran di ketiak biasanya sedikit lebih rendah dibandingkan pengukuran oral atau rektal, jadi perhatikan rentang suhu normal untuk metode ini.
3. Pengukuran di Rektal (Dubur)
Metode ini paling akurat, terutama untuk bayi dan anak kecil, karena suhu rektal paling mendekati suhu inti tubuh.
Oleskan sedikit petroleum jelly atau pelumas berbahan dasar air pada ujung termometer yang berisi raksa.
Posisikan bayi telentang dengan kaki diangkat, atau miringkan tubuh ke samping dengan lutut ditekuk.
Masukkan ujung termometer sekitar 1-2 cm ke dalam rektum. Jangan memaksakan jika terasa ada hambatan.
Tahan termometer agar tidak bergeser. Biarkan selama 1-3 menit.
Membaca Hasil Pengukuran
Setelah waktu pengukuran selesai, keluarkan termometer dengan hati-hati:
Pegang termometer secara horizontal.
Putar termometer perlahan sambil mengamati garis tipis berwarna perak atau merah (kolom raksa) yang naik di dalam tabung kaca.
Cari garis teratas dari kolom raksa tersebut. Baca angka yang sejajar dengan garis tersebut pada skala termometer.
Perhatian: Jika termometer raksa pecah, jangan panik. Segera buka jendela untuk ventilasi, keluar dari ruangan, dan biarkan beberapa saat. Gunakan sarung tangan dan alat bantu seperti pipet atau sendok untuk mengumpulkan pecahan kaca dan raksa yang tumpah. Jangan pernah menggunakan penyedot debu. Kumpulkan semua material ke dalam wadah tertutup dan hubungi dinas kesehatan setempat atau pusat pengelolaan limbah berbahaya untuk pembuangan yang aman.
Tips Tambahan untuk Penggunaan yang Aman
Selalu kocok termometer hingga raksa turun sebelum digunakan.
Hindari makan, minum, merokok, atau berolahraga setidaknya 15 menit sebelum pengukuran suhu oral.
Jangan gunakan termometer raksa jika Anda atau orang yang diukur sedang tidak kooperatif, terutama anak kecil, karena risiko pecah meningkat.
Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah menggunakan termometer.
Simpan termometer di dalam wadah pelindungnya di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Jika Anda ragu, pertimbangkan untuk menggunakan termometer digital yang lebih aman dan mudah digunakan.
Menggunakan termometer raksa dengan benar tidak hanya memberikan hasil pengukuran yang akurat, tetapi juga memastikan keamanan bagi Anda dan keluarga. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat terus memanfaatkan kelebihan termometer raksa sambil meminimalkan risikonya.