Panduan Lengkap: Cara Menyimpan Sperma untuk Keperluan Masa Depan

Sperma Kriopreservasi

Menyimpan sperma, atau yang dikenal secara medis sebagai kriopreservasi, adalah proses penting yang memungkinkan pria untuk mengamankan potensi kesuburan mereka di masa depan. Keputusan ini sering diambil karena berbagai alasan, mulai dari persiapan sebelum prosedur medis yang berpotensi memengaruhi kesuburan, hingga untuk kebutuhan program bayi tabung di kemudian hari ketika pasangan belum ditemukan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai cara menyimpan sperma, mulai dari persiapan hingga proses penyimpanan itu sendiri.

Mengapa Perlu Menyimpan Sperma?

Terdapat beberapa skenario utama mengapa seseorang mungkin mempertimbangkan untuk melakukan penyimpanan sperma:

Tahapan Proses Penyimpanan Sperma

Proses penyimpanan sperma harus dilakukan di klinik kesuburan atau bank sperma yang terakreditasi untuk memastikan keberhasilan dan keamanan jangka panjang. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:

1. Konsultasi dan Evaluasi Awal

Langkah pertama adalah berkonsultasi dengan spesialis kesuburan. Dokter akan melakukan evaluasi riwayat kesehatan, mendiskusikan alasan penyimpanan, dan mungkin melakukan analisis sperma (spermiogram) untuk menilai kualitas sampel awal. Hal ini penting untuk menentukan berapa banyak sampel yang perlu dikumpulkan untuk mencapai target yang memadai.

2. Pengumpulan Sampel

Pengumpulan sperma biasanya dilakukan melalui masturbasi di ruang khusus yang disediakan oleh klinik. Untuk meningkatkan kualitas sampel, beberapa persyaratan mungkin perlu dipenuhi:

3. Pemrosesan dan Analisis Sampel

Setelah sampel diterima di laboratorium, teknisi embriologi akan memprosesnya. Proses ini meliputi:

  1. Pencairan (Washing): Memisahkan sperma yang bergerak aktif dari cairan semen.
  2. Penambahan Krioprotektan: Cairan khusus (krioprotektan) ditambahkan. Zat ini berfungsi melindungi sel sperma dari kerusakan akibat pembentukan kristal es selama proses pembekuan.
  3. Pengujian Kualitas: Kualitas dan motilitas sperma dinilai kembali sebelum dibekukan.

4. Pembekuan (Vitrifikasi atau Pembekuan Terkendali)

Ini adalah inti dari proses penyimpanan. Sampel dimasukkan ke dalam wadah kecil (straw atau vial) dan dibekukan secara bertahap menggunakan alat pembeku terkontrol (controlled-rate freezer) atau melalui proses vitrifikasi (pembekuan sangat cepat tanpa pembentukan kristal es).

5. Penyimpanan Jangka Panjang

Vial sperma yang telah dibekukan kemudian dipindahkan ke dalam tangki penyimpanan berisi nitrogen cair pada suhu sangat rendah, yaitu sekitar -196°C (-320°F). Pada suhu ini, semua aktivitas biologis sperma akan berhenti total, memungkinkan penyimpanan yang efektif selama bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun.

Penting untuk Diketahui: Ketahanan sperma pada suhu nitrogen cair sangat tinggi. Selama penyimpanan terus menerus dan terjamin, secara teori sperma dapat bertahan hampir tanpa batas waktu.

Hal yang Mempengaruhi Keberhasilan Penyimpanan

Meskipun teknologi penyimpanan sudah sangat canggih, beberapa faktor dapat memengaruhi seberapa baik sperma bertahan:

Proses Pencairan (Thawing) Sperma

Ketika tiba saatnya untuk menggunakan sperma yang tersimpan (misalnya untuk IUI atau IVF), proses pencairan harus dilakukan dengan hati-hati:

  1. Vial dikeluarkan dari nitrogen cair.
  2. Segera dicelupkan ke dalam air hangat pada suhu 37°C untuk mencairkannya secepat mungkin.
  3. Krioprotektan dicuci keluar dari sampel sperma.
  4. Sperma yang telah dicairkan kemudian dianalisis motilitasnya sebelum digunakan dalam prosedur fertilisasi.

Menyimpan sperma adalah investasi untuk masa depan reproduksi Anda. Pastikan Anda memilih fasilitas bank sperma terpercaya yang memiliki rekam jejak yang baik dan standar keamanan yang ketat.

🏠 Homepage