Isu cepat keluar mani, atau ejakulasi dini (ED), adalah kondisi umum yang dialami oleh banyak pria di berbagai usia. Kondisi ini didefinisikan ketika seorang pria mencapai orgasme dan ejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan, seringkali dalam waktu kurang dari satu hingga dua menit setelah penetrasi, dan hal ini menimbulkan tekanan atau frustrasi dalam hubungan seksual.
Penting untuk dipahami bahwa ini bukan kegagalan pribadi, melainkan kondisi yang sering kali memiliki akar penyebab yang dapat diatasi, baik secara fisik maupun psikologis. Mengenali penyebab adalah langkah pertama menuju solusi yang efektif.
Ilustrasi: Proses menuju peningkatan kontrol ejakulasi.
Masalah ejakulasi dini jarang disebabkan oleh satu faktor tunggal. Kombinasi dari kondisi psikologis dan biologis sering berperan:
Kabar baiknya, mayoritas kasus ejakulasi dini dapat dikelola dengan perubahan perilaku dan teknik sederhana. Konsistensi dalam latihan sangat krusial untuk melihat hasilnya.
Teknik ini populer karena melatih kesadaran tubuh mengenai ambang batas orgasme. Ketika Anda merasa hampir mencapai klimaks, hentikan stimulasi sejenak, lalu minta pasangan atau lakukan sendiri dengan memberikan tekanan lembut (menjepit) pada pangkal atau kepala penis selama beberapa detik hingga hasrat ejakulasi mereda. Ulangi beberapa kali.
Teknik ini mirip dengan squeeze tetapi berfokus pada menghentikan stimulasi total. Lakukan aktivitas seksual hingga mencapai titik gairah yang tinggi (namun belum mencapai titik tidak bisa kembali), lalu berhenti sepenuhnya selama sekitar 30 detik sampai gairah sedikit turun. Mulai lagi secara bertahap.
Otot dasar panggul (PC muscle) memainkan peran penting dalam mengendalikan ejakulasi. Latihan Kegel membantu memperkuat otot ini. Identifikasi otot yang digunakan saat Anda mencoba menghentikan aliran urine. Lakukan kontraksi otot tersebut selama 3-5 detik, lalu rileks. Ulangi 10-15 kali, tiga kali sehari.
Beberapa pria mendapat manfaat dari penggunaan kondom yang lebih tebal atau kondom yang mengandung sedikit zat anestesi ringan (seperti benzokain) pada bagian ujungnya. Ini dapat membantu mengurangi rangsangan berlebihan pada penis.
Jika latihan mandiri dan teknik di atas tidak memberikan perbaikan yang signifikan setelah beberapa minggu atau bulan, atau jika kondisi ini menyebabkan depresi dan masalah hubungan yang serius, saatnya berkonsultasi dengan profesional. Dokter dapat mengevaluasi kemungkinan penyebab medis, atau merujuk Anda kepada terapis seks atau psikolog untuk mengatasi faktor kecemasan.
Pengobatan farmakologis, seperti beberapa antidepresan (SSRIs), kadang diresepkan karena efek sampingnya seringkali menunda ejakulasi. Namun, ini selalu harus di bawah pengawasan medis yang ketat.
Mengatasi cepat keluar mani memerlukan kesabaran dan pemahaman bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk belajar keterampilan baru. Fokuslah pada proses peningkatan, bukan hanya pada hasil akhir, dan rayakan setiap kemajuan kecil yang Anda capai.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti nasihat medis profesional.