Dalam dunia kesehatan alami dan pengobatan herbal di Indonesia, nama Dr. Zaidul Akbar menjadi salah satu tokoh yang paling diperbincangkan. Beliau dikenal luas karena pendekatannya yang menekankan pada pemanfaatan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita, selaras dengan prinsip pengobatan nabati atau plant-based medicine. Filosofi yang diusungnya bukan sekadar resep instan, melainkan ajakan untuk kembali pada cara hidup sehat yang lebih sederhana dan terintegrasi dengan alam.
Fokus pada Pengobatan Nabati dan Detoksifikasi
Inti dari ajaran Dr. Zaidul Akbar adalah mengembalikan keseimbangan tubuh. Ia sering menekankan bahwa banyak penyakit modern muncul akibat pola makan yang tidak sesuai dengan fitrah manusia, di mana konsumsi gula berlebih, makanan olahan, dan kurangnya asupan serat menjadi pemicu utama. Oleh karena itu, salah satu pilar utama pendekatannya adalah detoksifikasi. Detoksifikasi yang dimaksud di sini bukan sekadar proses membuang racun sesaat, melainkan mengubah pola hidup agar tubuh mampu membersihkan dirinya sendiri secara alami.
Ilustrasi Konsep Kesehatan Holistik
Peran Lemak Sehat dan Puasa (Intermittent Fasting)
Salah satu inovasi yang sering Dr. Zaidul Akbar promosikan adalah pentingnya lemak sehat. Berbeda dengan narasi diet rendah lemak yang populer beberapa dekade lalu, ia mendorong konsumsi lemak baik seperti minyak zaitun (extra virgin olive oil), minyak kelapa, dan alpukat. Lemak sehat dianggap krusial sebagai sumber energi alternatif, terutama ketika tubuh berada dalam kondisi puasa.
Konsep puasa, atau yang populer disebut Intermittent Fasting (IF), menjadi senjata utama dalam program sehatnya. Puasa, menurut beliau, memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat total, mengaktifkan mekanisme perbaikan sel (autophagy), dan membantu menormalkan kadar gula darah. Resep-resep sederhana seperti air rebusan rempah atau infused water seringkali menjadi alternatif pengganti sarapan yang padat kalori dan gula.
Remaja Herbal sebagai Pendukung
Dr. Zaidul Akbar tidak menampik peran rempah-rempah lokal dalam menjaga kesehatan. Jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, dan cuka apel adalah "obat" alami yang mudah ditemukan di dapur Indonesia. Kegunaannya sangat beragam, mulai dari anti-inflamasi, meningkatkan imunitas, hingga membantu melancarkan metabolisme.
Penggunaannya pun sering dikombinasikan. Misalnya, ramuan kunyit asam ditambah sedikit lada hitam untuk meningkatkan absorpsi kurkumin. Tujuannya adalah memaksimalkan potensi senyawa aktif alami tanpa perlu bergantung pada suplemen sintetis.
Lebih dari Sekadar Diet: Spiritualitas dan Gaya Hidup
Hal yang membedakan pendekatan ini dengan diet konvensional adalah integrasi spiritualitas. Dr. Zaidul Akbar sering mengaitkan kesehatan fisik dengan ketenangan batin. Pola makan yang bersih dianggap memudahkan seseorang untuk beribadah dan berpikir jernih. Ia mengajak audiensnya untuk melihat makanan bukan hanya sebagai pemuas rasa lapar, tetapi juga sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Poin-poin kunci dari filosofi gaya hidup sehat ala beliau meliputi:
- Mengurangi atau menghilangkan gula pasir dan tepung terigu olahan.
- Mengutamakan lemak sehat daripada karbohidrat sederhana.
- Melakukan puasa secara berkala (minimal 12 hingga 16 jam tanpa asupan kalori).
- Mengonsumsi air putih yang cukup dan berkualitas.
- Menggunakan rempah-rempah lokal sebagai pengobatan preventif.
Secara keseluruhan, Dr. Zaidul Akbar menawarkan paradigma bahwa kesehatan optimal dapat dicapai melalui kesadaran diri, kembali ke alam, dan mempraktikkan pola hidup yang mendekati sunnah (cara hidup alami). Pesannya sederhana namun mendalam: tubuh manusia memiliki mekanisme penyembuhan yang luar biasa, asalkan kita tidak menghalanginya dengan kebiasaan buruk.