I'rab Surat Al-Zalzalah: Panduan Mendalam Struktur Gramatikal

Surat Al-Zalzalah (الزلزلة), yang merupakan surat ke-99 dalam susunan mushaf Al-Qur'an, memiliki nama yang berarti "Kegoncangan". Surat ini sangat singkat namun padat makna, menggambarkan hari kiamat dengan gambaran yang sangat dramatis. Memahami I'rab (analisis tata bahasa Arab) dari surat ini adalah kunci untuk menangkap kedalaman retorika dan keakuratan hukum setiap kata yang digunakan oleh Allah SWT.

Analisis I'rab membantu kita mengerti fungsi gramatikal setiap kata, apakah ia sebagai subjek (fa'il), objek (maf'ul bihi), kata kerja (fi'il), atau partikel penghubung. Hal ini penting karena perubahan harakat akhir dalam bahasa Arab sering kali menentukan makna.

Ilustrasi simbolis goncangan bumi dan kebangkitan Yaumul Zalzalah

Teks dan Terjemahan Singkat Al-Zalzalah

Surat ini terdiri dari delapan ayat. Mari kita lihat beberapa bagian krusial untuk analisis I'rab:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

Apabila bumi diguncangkan dengan goncangan yang dahsyat,

Analisis I'rab Ayat Pertama

إِذَا (Idza): Zharf zaman (kata keterangan waktu) syarat, mabni (tidak berubah), menasabkan fi'il mudhari' (kata kerja masa depan/sekarang) dalam bentuk mahall (kedudukan).
زُلْزِلَتْ (Zulzilat): Fi'il madhi (kata kerja lampau) mabni majhul (pasif), mabni 'ala al-fath, dan ta' marbutah (ة) adalah ta' ta'nits (penanda feminin).
الْأَرْضُ (Al-Ardu): Na'ib Fa'il (subjek pengganti karena fi'il majhul), marfu' (berkedudukan subjek) dengan dhommah.
زِلْزَالَهَا (Zilzalaha): Maf'ul Mutlaq (objek mutlak), menasabkan dengan fathah, berfungsi sebagai penjelas (tawkid) atau jenis dari goncangan tersebut. Ha (ها) adalah dhomir (kata ganti) muttashil, majrur (berkedudukan objek tidak langsung) dengan sukun, dan berfungsi sebagai mudhaf ilaih (kepemilikan).

Memahami Fungsi Struktur Kalimat

Penting untuk dicatat bahwa Idza dalam konteks ini membentuk kalimat syarat (syarth). Seluruh kalimat setelah Idza hingga ayat terakhir adalah jawab syarat (jawab syarth) dari kondisi tersebut. Secara tata bahasa, ini menekankan bahwa peristiwa dahsyat ini pasti akan terjadi sebagai respons terhadap kondisi bumi yang diguncang.

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

Dan bumi mengeluarkan isi beratnya.

Analisis I'rab Ayat Kedua

وَ (Wa): Harf 'athf (kata hubung), mabni, fungsinya menyambungkan ayat ini dengan ayat sebelumnya.
أَخْرَجَتْ (Akhrajat): Fi'il madhi, mabni 'ala al-fath, dan ta' ta'nits.
الْأَرْضُ (Al-Ardu): Fa'il (subjek), marfu' dengan dhommah. Perhatikan di sini, Al-Ardu menjadi subjek aktif (fa'il), berbeda dengan ayat sebelumnya yang pasif.
أَثْقَالَهَا (Atsqalaha): Maf'ul bihi (objek langsung), manshub (berkedudukan objek) dengan fathah. Ha (ها) adalah dhomir muttashil, majrur sebagai mudhaf ilaih.

Perbedaan antara Zulzilat (diguncang) dan Akhrajat (mengeluarkan) menunjukkan keakuratan penyampaian pesan. Goncangan adalah penyebab, dan pengeluaran isi perut bumi adalah akibat langsung yang dijelaskan secara bertahap.

Ayat-ayat Penutup dan Penekanan

Ayat-ayat berikutnya membahas respons manusia terhadap goncangan tersebut, yang juga kaya akan struktur I'rab yang menarik, terutama penggunaan kata tanya dan seruan:

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.

Di sini, Yama'idzin (يَوْمَئِذٍ) adalah Zharf Zaman. Kata Tuhadditsu (تُحَدِّثُ) adalah fi'il mudhari' marfu' (berkedudukan kini/masa depan), dan subjeknya adalah dhomir mustatir yang merujuk kembali kepada Al-Ardh (Bumi). Akhbaraha (أَخْبَارَهَا) adalah objek langsung (maf'ul bihi).

Puncak dari penjelasan I'rab ini terlihat pada ayat terakhir:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, dia akan melihatnya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, dia akan melihatnya.

Analisis I'rab Kunci Ayat Penutup

فَمَن (Fa man): Fa adalah harf jazaa' (partikel jawaban syarat). Man adalah Ismu Syarth (kata sandang syarat), mabni 'ala as-sukun, dalam kedudukan mahall rafa' sebagai Mubtada' (subjek awal).
يَعْمَلْ (Ya'mal): Fi'il mudhari', majzum (terpengaruh oleh Man), mabni 'ala as-sukun. Ini adalah Fi'il Syarth (kata kerja syarat).
يَرَهُۥ (Yarahu): Fi'il mudhari' majzum karena menjadi jawab syarth dari Man. Inilah hasil yang akan ia lihat.

Struktur Man... Yarahu (Barangsiapa melakukan... dia akan melihatnya) adalah pola gramatikal yang sangat kuat dalam Al-Qur'an untuk memberikan kepastian tentang pertanggungjawaban amal. Setiap perbuatan sekecil apa pun, baik atau buruk, pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Dengan memahami I'rab Surat Al-Zalzalah, seorang pembaca tidak hanya membaca terjemahan, tetapi juga merasakan bobot penekanan yang diberikan oleh tata bahasa Arab yang agung, menegaskan keadilan dan ketepatan perhitungan Allah SWT pada hari pembalasan.

🏠 Homepage