Ilustrasi: Keraguan pada Kualitas Pendidikan
Keputusan memilih perguruan tinggi adalah salah satu investasi terbesar dalam hidup seseorang. Sayangnya, di tengah menjamurnya institusi pendidikan tinggi, banyak calon mahasiswa yang tanpa sadar mendaftar ke kampus tidak terakreditasi. Akibatnya, gelar yang diperoleh mungkin tidak bernilai di mata dunia kerja maupun institusi pendidikan lanjutan.
Akreditasi adalah jaminan mutu yang dikeluarkan oleh badan resmi (seperti BAN-PT di Indonesia) yang menyatakan bahwa sebuah program studi atau institusi telah memenuhi standar minimum kualitas pendidikan yang ditetapkan pemerintah. Ketika sebuah kampus tidak memiliki akreditasi, statusnya berada dalam zona abu-abu hukum dan kualitas.
Banyak orang awam menganggap akreditasi hanya sebatas formalitas administratif. Padahal, ini adalah penanda vitalitas sebuah institusi. Kampus yang terakreditasi telah melalui proses evaluasi ketat terkait kurikulum, kualitas dosen, fasilitas riset, hingga manajemen operasional. Kampus tanpa status ini berpotensi besar menawarkan:
Waspada: Gelar dari perguruan tinggi yang tidak terakreditasi seringkali tidak diakui oleh instansi pemerintah, perusahaan besar, atau bahkan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2/S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Memilih kuliah di tempat yang tidak jelas statusnya membawa konsekuensi jangka panjang yang merugikan investasi waktu dan uang Anda. Berikut adalah beberapa risiko utama yang harus dipertimbangkan:
Saat melamar pekerjaan, khususnya pada perusahaan multinasional atau BUMN, verifikasi ijazah adalah langkah pertama. Jika ijazah Anda berasal dari institusi yang tidak terakreditasi, sistem HRD seringkali langsung mendiskualifikasi lamaran tersebut, tanpa melihat potensi atau IPK Anda. Kesempatan kerja akan sangat terbatas, memaksa Anda bersaing di pasar kerja yang lebih informal.
Bagi yang bercita-cita melanjutkan ke jenjang magister atau doktor, ijazah S1 yang tidak terakreditasi adalah tembok penghalang. Hampir semua universitas berkualitas mensyaratkan bukti akreditasi institusi asal untuk penerimaan mahasiswa baru. Anda terpaksa harus menempuh pendidikan ulang atau mengambil jalur penyetaraan yang rumit dan memakan biaya tambahan.
Biaya kuliah, meskipun seringkali lebih murah di kampus bermasalah, adalah kerugian besar jika hasilnya nol besar. Uang kuliah yang sudah dibayarkan, waktu yang dihabiskan selama bertahun-tahun, dan energi emosional yang dicurahkan menjadi sia-sia karena legalitas gelar tidak terjamin. Ini adalah kerugian ganda: finansial dan waktu.
Banyak profesi yang memerlukan sertifikasi berbasis kompetensi (seperti di bidang teknik, akuntansi, atau kesehatan). Badan sertifikasi profesional hampir selalu mensyaratkan latar belakang pendidikan berasal dari program studi yang terakreditasi untuk menjamin standar kompetensi lulusan.
Penting untuk bersikap proaktif sebelum mendaftar. Jangan hanya percaya pada brosur atau janji staf pemasaran kampus. Selalu lakukan pengecekan silang melalui sumber resmi:
Memilih kampus tidak terakreditasi adalah perjudian yang risikonya terlalu besar. Pastikan setiap langkah pendidikan Anda didasarkan pada validitas dan jaminan mutu yang diakui secara nasional.