Bagi banyak pria, keluarnya cairan dari penis seringkali diasosiasikan langsung dengan ejakulasi sperma. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, pria bisa mengalami keluarnya cairan berwarna putih yang muncul pada waktu berbeda dan bukan merupakan bagian dari proses seksual atau ejakulasi. Kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran, terutama jika terjadi tanpa disadari atau disertai gejala lain. Penting untuk memahami bahwa cairan putih yang keluar bukan sperma bisa berasal dari berbagai sumber dan memiliki penyebab yang berbeda, mulai dari yang sangat normal hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian.
Ilustrasi sederhana titik keluarnya cairan dari saluran uretra.
Penyebab Umum Keluarnya Cairan Putih Bukan Sperma
Cairan yang keluar dari penis sebelum atau tanpa ejakulasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan sumbernya. Memahami asal cairan tersebut adalah langkah pertama untuk menentukan apakah ini kondisi yang perlu dikhawatirkan.
1. Cairan Pra-Ejakulasi (Pre-cum)
Ini adalah penyebab paling umum. Cairan pra-ejakulasi (disebut juga cairan Cowper) adalah cairan bening hingga sedikit keruh dan agak kental yang dikeluarkan oleh kelenjar Cowper saat pria mengalami rangsangan seksual. Fungsinya adalah melumasi uretra dan menetralkan keasaman sisa urine, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk sperma. Meskipun seringkali bening, cairan ini kadang bisa tampak sedikit keputihan atau kental.
2. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa IMS dapat menyebabkan keluarnya cairan putih tebal atau berlendir dari penis. Ini adalah situasi yang memerlukan diagnosis dan pengobatan medis segera.
- Klamidia (Chlamydia): Seringkali menyebabkan keluarnya cairan putih atau kekuningan, yang mungkin lebih banyak terlihat di pagi hari. Biasanya disertai rasa nyeri saat buang air kecil.
- Gonore: Meskipun lebih sering menghasilkan cairan kuning pekat, pada beberapa kasus awal, gonore bisa menghasilkan cairan putih kental.
- Trikomoniasis: Meskipun lebih sering menyerang wanita, pria juga bisa terinfeksi dan mungkin mengalami cairan dari penis.
3. Non-Gonococcal Urethritis (NGU)
Ini adalah peradangan pada uretra yang disebabkan oleh infeksi, namun bukan disebabkan oleh bakteri penyebab gonore. Penyebab paling umum adalah Klamidia, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri lain seperti Mycoplasma genitalium. Gejalanya termasuk keluarnya cairan putih/keruh dan rasa tidak nyaman saat berkemih.
4. Balanitis
Balanitis adalah peradangan pada kepala penis (glans). Meskipun penyebab utamanya adalah kebersihan yang buruk, infeksi jamur (kandidiasis) seringkali menjadi pemicunya. Jamur dapat menyebabkan keluarnya cairan putih seperti keju (kental), disertai kemerahan, gatal, dan iritasi.
5. Masalah pada Prostat atau Epididimis
Walaupun jarang, cairan yang berasal dari saluran reproduksi bagian atas bisa keluar secara abnormal. Misalnya, kondisi seperti prostatitis (radang prostat) atau epididimitis (radang epididimis) terkadang bisa memengaruhi konsistensi atau jumlah cairan yang keluar bersama urin atau saat gairah.
Kapan Harus Khawatir dan Segera Konsultasi Dokter?
Jika cairan putih yang keluar murni adalah cairan pra-ejakulasi normal, biasanya tidak ada gejala lain yang menyertainya, dan volumenya sedikit. Namun, Anda perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter (urolog atau spesialis kulit dan kelamin) jika keluarnya cairan putih disertai dengan:
- Perubahan warna yang signifikan (menjadi kuning kehijauan atau sangat keruh).
- Bau yang tidak biasa atau menyengat.
- Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria).
- Pembengkakan atau kemerahan pada penis atau testis.
- Nyeri pada area panggul atau selangkangan.
- Keluarnya cairan dalam jumlah banyak dan terus-menerus, bahkan tanpa adanya rangsangan seksual.
Mendiagnosis penyebab cairan putih non-sperma sangat bergantung pada analisis sampel cairan tersebut, riwayat seksual pasien, dan pemeriksaan fisik. Jangan mencoba mengobati sendiri dengan obat-obatan bebas, karena jika itu adalah IMS, penanganan yang salah justru bisa memperburuk resistensi bakteri.