Manajemen nutrisi memainkan peran krusial dalam menjaga kualitas hidup dan mendukung efektivitas pengobatan bagi individu yang hidup dengan HIV (ODHA). Meskipun nutrisi yang seimbang sangat dianjurkan, ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari atau dibatasi secara ketat karena potensi risiko infeksi oportunistik, terutama jika sistem kekebalan tubuh (dihitung dari CD4) sedang menurun.
Penting untuk dicatat bahwa panduan ini bersifat umum. ODHA harus selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi klinis mengenai diet spesifik mereka, terutama karena status kekebalan tubuh dapat bervariasi. Kecuali makanan tersebut telah dimasak hingga matang sempurna dan terjamin kebersihannya, berikut adalah kategori makanan yang umumnya disarankan untuk dihindari:
Susu, keju, dan produk olahan susu lainnya yang tidak melalui proses pasteurisasi penuh berisiko membawa bakteri berbahaya seperti Listeria. Bagi orang dengan sistem imun yang sehat, bakteri ini mungkin hanya menyebabkan ketidaknyamanan ringan, namun pada ODHA, Listeria dapat menyebabkan listeriosis, infeksi serius yang bisa mengancam jiwa.
Risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter sangat tinggi pada daging yang tidak dimasak hingga suhu internal yang aman. Infeksi ini dapat menyebabkan diare parah, dehidrasi, dan komplikasi serius lainnya yang dapat memperburuk kondisi kesehatan ODHA.
Kecuali: Daging yang dimasak hingga benar-benar matang (tidak ada warna merah muda di bagian dalam) dan dipanaskan kembali jika sudah didinginkan.
Makanan laut mentah adalah vektor umum bagi berbagai patogen, termasuk Vibrio. Meskipun beberapa budaya mengonsumsi makanan laut mentah (seperti sashimi atau tiram), risiko bagi ODHA jauh lebih besar.
Telur mentah atau setengah matang sering digunakan dalam pembuatan mayones buatan rumah, adonan kue yang tidak dipanggang, atau minuman tertentu (seperti eggnog). Kontaminasi Salmonella dari telur mentah adalah ancaman serius.
Pengecualian Penting: Untuk menghindari kontaminasi, selalu gunakan telur yang sudah dipasteurisasi dalam wadah, atau pastikan semua resep yang menggunakan telur dimasak hingga kuning dan putihnya padat.
Meskipun buah dan sayuran segar sangat penting untuk vitamin dan serat, beberapa jenis memiliki permukaan atau tekstur yang sulit dibersihkan secara menyeluruh dari kotoran atau residu pestisida yang mungkin membawa patogen (seperti Toxoplasma).
Kecuali: Buah dan sayuran yang dikupas kulitnya (seperti pisang atau jeruk), atau yang direbus/dikukus hingga lunak.
Meskipun makanan fermentasi seperti yogurt dan kefir sering kali baik untuk usus, ODHA dengan diare kronis atau kondisi usus yang sedang aktif disarankan untuk membatasi atau menghindari asupan makanan probiotik yang tidak diformulasikan secara klinis, karena dalam kasus yang sangat jarang, bakteri baik yang berlebihan dapat menimbulkan masalah jika sistem imun sangat lemah.
Fokus utama dalam diet bagi ODHA adalah memastikan keamanan pangan. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, menggunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan makanan siap santap, serta memasak semua makanan hingga suhu internal yang aman adalah kunci untuk meminimalkan risiko infeksi yang dapat mengganggu terapi Antiretroviral (ARV).
Secara keseluruhan, menghindari makanan yang berpotensi menjadi sumber bakteri, virus, atau parasit adalah langkah preventif yang efektif. Selalu utamakan makanan yang telah dimasak dengan baik dan higienis. Makanan yang dimasak hingga matang sempurna dan makanan kaleng yang belum dibuka umumnya dianggap aman.