Simulasi proses memotong lembaran akrilik.
Akrilik, atau dikenal juga sebagai PMMA (Polimetil Metakrilat), adalah material serbaguna yang populer digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari display toko, pelindung mesin, hingga dekorasi rumah. Salah satu tantangan utama saat bekerja dengan akrilik adalah memotongnya dengan rapi dan presisi. Jika salah penanganan, akrilik bisa retak, pecah, atau menghasilkan tepi yang kasar. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai metode memotong akrilik, baik manual maupun menggunakan mesin.
Sebelum memulai pemotongan, penting untuk mengetahui bahwa akrilik bersifat termoplastik. Ini berarti ia mudah meleleh di bawah panas tinggi. Panas yang dihasilkan saat memotong (terutama dengan kecepatan tinggi) harus dikelola dengan baik untuk mencegah material menjadi lengket, meleleh kembali, atau menimbulkan retakan stres (stress cracks) setelah proses selesai.
Ini adalah metode paling umum dan termudah untuk memotong lembaran akrilik tipis (biasanya di bawah 6 mm) tanpa memerlukan peralatan listrik mahal. Proses ini mengandalkan pembuatan alur (scoring) diikuti dengan pematahan.
Untuk lembaran akrilik yang lebih tebal (di atas 6 mm) atau jika membutuhkan banyak pemotongan, penggunaan gergaji listrik lebih efisien. Namun, risiko panas berlebih sangat tinggi pada metode ini.
Kunci keberhasilan memotong akrilik dengan mesin adalah menggunakan mata pisau yang tepat. Pilih mata pisau bergigi halus (tinggi TPI - Teeth Per Inch) dan sudut rake yang negatif atau nol. Mata pisau kayu biasa seringkali terlalu kasar dan menyebabkan chipping atau pelelehan.
Untuk presisi tertinggi dan tepi yang sangat halus (terutama untuk desain yang rumit), pemotongan laser CO2 adalah pilihan terbaik. Laser menguapkan material, menghasilkan tepi yang sangat bersih dan berkilau (polished edge) tanpa perlu banyak finishing tambahan. Metode ini sangat cocok untuk ketebalan akrilik standar.
Tidak peduli metode memotong akrilik yang Anda gunakan, langkah terakhir adalah finishing. Tepi yang baru dipotong seringkali memiliki garis goresan atau sedikit ketidakrataan.
Anda dapat menggunakan kertas amplas grit halus (mulai dari 400 hingga 1200) yang dibasahi (wet sanding) untuk menghilangkan goresan minor. Untuk mendapatkan hasil akhir yang benar-benar bening seperti kaca (flame polishing), diperlukan pemanasan tepi menggunakan obor propana kecil dalam waktu singkat, namun teknik ini sangat berbahaya dan membutuhkan keahlian tinggi.
Selalu gunakan kacamata pengaman saat memotong akrilik. Serpihan akrilik, terutama saat dipotong dengan gergaji, bisa terbang dengan kecepatan tinggi. Jika menggunakan mesin, pastikan area kerja berventilasi baik karena asap yang dihasilkan saat memotong akrilik dapat mengiritasi.
Dengan memahami perbedaan material dan memilih teknik serta alat yang tepat, memotong akrilik dapat dilakukan dengan hasil yang profesional dan memuaskan.