Teratozoospermia adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya persentase sperma yang memiliki bentuk (morfologi) abnormal. Morfologi sperma yang buruk dapat sangat memengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur, sehingga menjadi salah satu faktor utama infertilitas pria. Kabar baiknya, kondisi ini seringkali dapat diperbaiki melalui perubahan gaya hidup, diet, dan intervensi medis yang tepat.
Bentuk sperma ditentukan selama proses spermatogenesis di testis. Ada banyak faktor yang dapat mengganggu proses pembentukan ini, menyebabkan kepala, leher, atau ekor sperma menjadi cacat. Beberapa penyebab umum meliputi:
Memperbaiki morfologi sperma membutuhkan kesabaran, karena siklus pembentukan sperma membutuhkan waktu sekitar 74 hingga 90 hari. Perubahan positif yang dilakukan hari ini baru akan terlihat hasilnya pada hasil tes sperma bulan depan.
Mengurangi stres oksidatif adalah kunci utama. Fokuskan diet pada makanan kaya antioksidan:
Obesitas dikaitkan dengan peningkatan suhu skrotum dan peradangan sistemik, yang keduanya berdampak negatif pada morfologi. Menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT) ke tingkat sehat dapat secara signifikan meningkatkan kualitas sperma. Lakukan olahraga teratur, namun hindari aktivitas yang menyebabkan panas berlebihan pada area testis, seperti bersepeda jarak jauh intensif atau sauna terlalu sering.
Jaga suhu testis tetap dingin. Hindari mandi air panas, jakuzi, atau meletakkan laptop langsung di pangkuan. Selain itu, eliminasi total kebiasaan merokok dan batasi asupan alkohol secara drastis. Beberapa bahan kimia dalam pestisida atau polusi udara juga diketahui bersifat disruptor endokrin yang merusak pembentukan sperma.
Jika teratozoospermia disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, penanganan spesifik diperlukan:
Jika setelah 3 hingga 6 bulan melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan hasilnya belum membaik, sangat penting untuk berkonsultasi dengan spesialis andrologi atau ahli kesuburan. Mereka mungkin menyarankan prosedur lanjutan seperti Inseminasi Intrauterin (IUI) atau Fertilisasi In Vitro (IVF) dengan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), di mana ahli embriologi memilih sperma dengan morfologi terbaik untuk melakukan pembuahan secara langsung.
Memperbaiki teratozoospermia adalah proses holistik yang melibatkan perbaikan fisik dan lingkungan. Dengan pendekatan yang konsisten dan dukungan medis yang tepat, banyak pasangan dapat meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.