Menelusuri Urutan Surah Al-Zalzalah dalam Mushaf Al-Qur'an

QUR'AN

Simbolisasi susunan kitab suci

Al-Qur'an Al-Karim tersusun secara sistematis, terdiri dari 114 surah yang memiliki urutan spesifik. Urutan ini, yang dikenal sebagai tartib mushaf, adalah susunan yang diyakini ditetapkan melalui wahyu dan diwarisi dari praktik Nabi Muhammad SAW serta para sahabat. Salah satu surah yang memiliki posisi penting, meski pendek, adalah Surah Al-Zalzalah.

Pertanyaan mengenai menempati surah urutan yang ke berapa Surah Al-Zalzalah adalah hal mendasar bagi siapa saja yang mempelajari struktur Al-Qur'an. Untuk menjawabnya, kita perlu merujuk pada urutan standar yang kita temukan dalam mushaf atau cetakan Al-Qur'an modern.

Berdasarkan urutan penulisan dalam mushaf Utsmani (standar saat ini):

Surah Al-Zalzalah adalah Surah ke-

99

Posisi Strategis Surah ke-99

Surah Al-Zalzalah, yang memiliki nama lengkap Idza Zulzilatil Ardu, menempati posisi urutan ke-99 dari total 114 surah. Menariknya, surah ini terletak di penghujung dari bagian kedua puluh dari Al-Qur'an (juz 30), dan berada di antara surah-surah pendek lainnya. Tepat sebelum Al-Zalzalah adalah Surah Adiyat (ke-98), dan setelahnya adalah Surah Al-Qari'ah (ke-100).

Secara tematik, Surah Al-Zalzalah (yang berarti "Kegoncangan") memiliki bobot pesan yang sangat besar meskipun hanya terdiri dari delapan ayat. Surah ini secara eksplisit membahas peristiwa hari kiamat, goncangan dahsyat bumi yang menandai dimulainya hari pembalasan tersebut. Pesan utamanya adalah bahwa pada hari itu, bumi akan mengeluarkan segala beban (rahasia dan perbuatan manusia) yang pernah ditanggungnya.

Penempatan surah ini menjelang akhir mushaf tidak mengurangi nilai atau urgensinya. Dalam banyak riwayat, surah-surah pendek yang bertemakan akhirat dan tauhid seringkali dikumpulkan di bagian akhir Al-Qur'an, yang memudahkan para penghafal untuk mengulanginya. Para ulama sering menekankan bahwa urutan ini, meskipun bersifat tauqifi (ditetapkan oleh Allah), juga memiliki hikmah tersendiri dalam penyampaian pesan.

Perbedaan Urutan Wahyu dan Urutan Mushaf

Penting untuk diketahui bahwa urutan surah dalam mushaf (tartib mushaf) berbeda dengan urutan turunnya surah (tartib nuzul). Surah Al-Zalzalah diyakini termasuk surah Makkiyah, yang turun sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Jika dilihat dari urutan pewahyuan, Al-Zalzalah bukanlah surah ke-99 yang diturunkan.

Urutan pewahyuan seringkali sulit dipastikan secara absolut, namun umumnya diyakini bahwa Al-Zalzalah termasuk kelompok surah yang turun relatif belakangan di periode Mekkah. Namun, ketika Jibril AS mengajarkan ayat-ayat tersebut kepada Nabi Muhammad SAW, beliau mengarahkan penempatannya setelah surah tertentu. Oleh karena itu, urutan yang kita pegang saat ini adalah yang telah disepakati dan dibakukan oleh Utsman bin Affan RA berdasarkan petunjuk Nabi SAW.

Konteks Ayat Surah Al-Zalzalah

Karena Surah Al-Zalzalah berada di urutan 99, ia menjadi pengingat yang kuat bahwa semua perbuatan sekecil apapun tidak akan luput dari perhitungan. Ayat-ayatnya berbunyi:

  1. Idza zulzilatil ardu zilzalaha.
  2. Wa akhrajatil ardu itsqalaha.
  3. Wa qalal insanu ma laha.
  4. Yauma'idzin tuhaffitsu akhbaraha.
  5. Bi anna rabbaka auha laha.
  6. Yauma'idzin yasdurun nasu ashtata.
  7. Liyuraw a'malahum.
  8. Faman ya'mal mitqala dzaratin khairan yarahu.
  9. Waman ya'mal mitqala dzaratin syarran yarahu.

Penempatan surah ini di posisi 99 berfungsi sebagai 'penutup' bab-bab sebelumnya yang membahas berbagai aspek kehidupan, hukum, dan kisah umat terdahulu, mengarahkan fokus pembaca menuju kepastian akan pertanggungjawaban akhirat. Kedudukannya yang berdekatan dengan Surah Al-Qari'ah (Hari Kegoncangan Besar) menegaskan kesatuan pesan tentang Hari Penghakiman di bagian akhir Al-Qur'an.

Kesimpulan Mengenai Urutan

Jadi, untuk merangkum secara jelas, Surah Al-Zalzalah memiliki posisi yang tetap dan dihormati sebagai Surah ke-99 dalam susunan 114 surah Al-Qur'an yang kita baca hari ini. Urutan ini adalah bagian integral dari kemu'jizatan mushaf Al-Qur'an, memastikan bahwa setiap pembaca, di mana pun mereka berada, akan menemukan surah ini setelah Adiyat dan sebelum Al-Qari'ah, menjadikannya bagian penting dari penutup bagian akhir kitab suci ini. Memahami urutan ini membantu kita menghargai bagaimana Al-Qur'an disusun secara artistik dan spiritual.

🏠 Homepage