Surah Az-Zalzalah (Kegoncangan) adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an yang memiliki pesan fundamental mengenai akhir zaman dan pertanggungjawaban amal perbuatan manusia. Ayat 1 hingga 6 telah menjelaskan bagaimana bumi akan diguncang dengan dahsyat. Namun, dua ayat terakhir, yaitu ayat 7 dan 8, memberikan penekanan kuat tentang konsekuensi dari guncangan tersebut, yakni perhitungan amal sekecil apapun.
Bunyi Ayat 7 dan 8 QS. Al-Zalzalah
Berikut adalah bunyi kedua ayat tersebut dalam bahasa Arab, beserta transliterasi dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia:
Konsep "Zarrah": Batasan Terkecil Pertanggungjawaban
Kata kunci dalam kedua ayat ini adalah "mitsqala dzarrah", yang diterjemahkan sebagai "seberat zarrah". Dalam konteks bahasa Arab klasik, zarrah merujuk pada partikel terkecil, semut hitam terkecil, atau debu yang melayang di udara. Konsep ini mengajarkan umat Islam bahwa dalam penghitungan amal di akhirat, tidak ada satupun perbuatan, sekecil apapun yang tampak di mata manusia, yang akan terlewatkan oleh catatan Allah SWT.
Ayat 7 menekankan sisi harapan. Kebaikan sekecil apapun—sebuah senyum tulus, ucapan 'Alhamdulillah' yang diucapkan dalam hati, atau tindakan membantu tetangga yang dianggap remeh—akan diperhitungkan dan ditemukan kembali balasannya di Hari Pembalasan. Ini adalah motivasi luar biasa bagi orang yang beriman untuk senantiasa berbuat baik, meskipun dalam kondisi tersembunyi.
Peringatan Keras Terhadap Kejahatan
Sementara itu, ayat 8 berfungsi sebagai peringatan keras. Ia menegaskan prinsip keadilan ilahi yang mutlak. Kejahatan, sekecil apapun, termasuk niat buruk yang hampir terealisasi atau tindakan menyakiti orang lain tanpa ada yang melihat, akan tetap dicatat dan dipertontonkan kembali kepada pelakunya. Tidak ada ruang untuk pembenaran atau penghapusan catatan amal buruk.
Pernyataan ini mengikis segala bentuk kemaksiatan yang dilakukan dalam kesendirian, karena menyadari bahwa ada Pencatat yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Ketika manusia merasa aman dari pandangan manusia lain, ayat ini mengingatkan bahwa mereka tetap berada di bawah pengawasan sempurna.
Implikasi Spiritual dan Praktis
Pemahaman mendalam terhadap QS. Al-Zalzalah ayat 7 dan 8 memiliki beberapa implikasi penting dalam kehidupan seorang Muslim:
- Motivasi Konsistensi Amal: Mendorong umat Islam untuk tidak meremehkan amal kebaikan, sekecil apapun, karena semuanya bernilai di sisi Allah. Hal ini memicu konsistensi dalam ibadah dan akhlak sehari-hari.
- Menjaga Diri dari Dosa Kecil: Ayat ini menjadi benteng spiritual terhadap dosa-dosa kecil (sagheera) yang sering dianggap remeh karena dilakukan tanpa disaksikan orang lain.
- Keyakinan pada Keadilan Mutlak: Memperkuat iman bahwa di hari kiamat, tidak akan ada ketidakadilan. Setiap orang akan menerima ganjaran yang setimpal dengan totalitas timbangannya.
Guncangan bumi yang digambarkan di awal surat adalah prolog menuju realitas terpenting: setiap tindakan memiliki jejak abadi. Ketika bumi telah selesai menceritakan segala apa yang terjadi di atas permukaannya (ayat 3-4), maka pertanggungjawaban individu dimulai dengan timbangan zarrah yang sempurna. Kedua ayat penutup ini menjadi kesimpulan tegas bahwa pertanggungjawaban itu final, personal, dan tidak dapat ditawar.