Raksa pada Termometer: Kenali Lebih Jauh Mengenal Sifat dan Penggunaannya

Termometer adalah alat yang akrab di kehidupan kita, terutama saat mengukur suhu tubuh atau suhu ruangan. Di balik tabung kaca yang ramping, seringkali terdapat cairan mengkilap yang bergerak naik dan turun, menunjukkan angka suhu. Cairan tersebut, dalam banyak termometer klasik, adalah raksa. Raksa, atau mercury, telah lama menjadi pilihan utama karena sifat-sifat fisiknya yang unik, menjadikannya indikator suhu yang andal. Namun, seiring perkembangan zaman dan kesadaran akan isu kesehatan dan lingkungan, penggunaan raksa dalam termometer kini semakin dibatasi dan digantikan oleh alternatif yang lebih aman.

Ilustrasi termometer sederhana dengan penanda suhu

Mengapa Raksa Digunakan?

Raksa memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya sangat cocok untuk aplikasi pengukuran suhu:

Bagaimana Raksa Bekerja dalam Termometer?

Prinsip kerja termometer raksa sederhana namun efektif. Tabung termometer terbuat dari kaca yang kuat dan memiliki reservoir kecil di bagian bawah yang berisi sejumlah raksa. Di atas reservoir, terdapat kapiler (tabung sempit) yang juga berisi raksa, dan tabung ini tertutup di ujung atasnya, seringkali dengan vakum atau gas inert untuk mencegah oksidasi.

Ketika termometer ditempatkan pada objek yang lebih hangat (misalnya, di bawah lidah seseorang), panas dari objek tersebut ditransfer ke raksa di reservoir. Karena raksa bersifat ekspansif terhadap panas, volumenya akan meningkat. Karena kapiler sangat sempit, bahkan sedikit peningkatan volume akan menyebabkan kolom raksa naik dengan signifikan ke dalam tabung. Skala yang terukir pada kaca di samping kapiler kemudian menunjukkan suhu yang sesuai dengan ketinggian kolom raksa. Sebaliknya, ketika suhu menurun, raksa akan menyusut dan kolomnya akan turun.

Alternatif Pengganti Raksa

Meskipun memiliki banyak keunggulan, raksa adalah logam berat yang beracun. Jika termometer raksa pecah, uap raksa yang terhirup dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, dan raksa yang tumpah dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, berbagai negara telah melarang penggunaan termometer raksa, terutama untuk penggunaan medis.

Saat ini, termometer digital dan termometer alkohol (biasanya menggunakan cairan berwarna merah atau biru yang berasal dari alkohol) telah menjadi pengganti utama termometer raksa.

Meskipun raksa mungkin akan semakin jarang kita temui dalam termometer sehari-hari, pemahaman tentang sifat-sifatnya yang membuatnya menjadi pilihan yang baik di masa lalu tetap memberikan wawasan yang menarik tentang sains di balik alat-alat sederhana yang kita gunakan. Kesadaran akan kelebihan dan kekurangan setiap bahan mendorong inovasi untuk menciptakan teknologi yang lebih aman dan berkelanjutan.

🏠 Homepage