Memahami Sperma Berwarna Hijau: Penyebab dan Tindakan

Warna cairan sperma umumnya berkisar antara putih keabu-abuan hingga sedikit kekuningan. Namun, ketika seorang pria menyadari adanya perubahan warna yang signifikan, seperti munculnya warna hijau, hal ini sering kali menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan. Sperma hijau bukanlah warna yang normal dan hampir selalu mengindikasikan adanya kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian.

Sperma Normal Potensi Infeksi Hijau

Ilustrasi Perubahan Warna Sperma (Simbolis)

Apa yang Menyebabkan Sperma Berwarna Hijau?

Warna hijau pada air mani bukanlah variasi alami. Perubahan warna ini sering kali disebabkan oleh adanya infeksi atau peradangan dalam sistem reproduksi pria. Beberapa penyebab utama yang dapat memicu sperma menjadi kehijauan meliputi:

1. Infeksi Bakteri (Infeksi Menular Seksual/IMS)

Ini adalah penyebab paling umum. Infeksi bakteri, seperti gonore, klamidia, atau trikomoniasis, dapat menyebabkan respons inflamasi. Sel darah putih yang dikerahkan oleh tubuh untuk melawan infeksi tersebut mengandung pigmen yang, ketika bercampur dengan air mani, dapat menghasilkan rona kekuningan hingga kehijauan. Selain perubahan warna, infeksi ini sering disertai gejala lain.

2. Infeksi Prostatitis (Peradangan Prostat)

Kelenjar prostat memproduksi sebagian besar cairan mani. Jika kelenjar ini meradang atau terinfeksi (prostatitis), nanah atau sel darah putih yang terakumulasi dapat menyebabkan air mani terlihat hijau atau sangat kuning. Prostatitis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau kondisi non-bakteri lainnya, dan sering kali menimbulkan nyeri panggul atau kesulitan buang air kecil.

3. Infeksi Epididimis (Epididimitis)

Epididimis adalah saluran melingkar di belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma. Infeksi pada saluran ini (epididimitis) juga dapat menyebabkan keluarnya nanah dan peradangan, yang mengakibatkan perubahan warna cairan ejakulasi menjadi hijau.

4. Adanya Darah (Hematospermia) yang Teroksidasi

Meskipun hematospermia (adanya darah dalam sperma) biasanya menyebabkan warna merah muda, cokelat, atau merah, dalam beberapa kasus langka atau jika darah tersebut telah teroksidasi bersama dengan cairan tubuh lainnya karena adanya infeksi tertentu, perubahan warna yang tidak biasa, termasuk kehijauan, mungkin terjadi. Namun, ini adalah skenario yang lebih jarang untuk warna hijau murni.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Sangat jarang sperma hijau terjadi tanpa gejala penyerta. Jika Anda melihat perubahan warna ini, perhatikan gejala lain yang mungkin mengindikasikan infeksi aktif:

Penting: Jika Anda mengalami sperma berwarna hijau disertai dengan salah satu gejala di atas, ini adalah tanda kuat bahwa Anda memerlukan evaluasi medis segera. Jangan menunda kunjungan ke dokter spesialis urologi atau andrologi.

Kapan Sperma Menjadi Hijau Karena Makanan atau Suplemen?

Berbeda dengan perubahan warna yang disebabkan oleh infeksi, perubahan warna akibat makanan atau suplemen cenderung lebih mempengaruhi rona kekuningan atau kebiruan, bukan hijau pekat. Misalnya, konsumsi makanan yang sangat kaya akan pewarna buatan atau suplemen tertentu (seperti vitamin B dosis tinggi) dapat mengubah warna urin atau semen menjadi lebih terang atau sedikit kekuningan. Namun, warna hijau yang jelas dan pekat hampir selalu merupakan indikasi patologis (penyakit).

Langkah Selanjutnya yang Harus Diambil

Mengabaikan sperma hijau hanya akan memperburuk potensi infeksi yang mendasarinya, yang dapat mempengaruhi kesuburan dalam jangka panjang jika tidak diobati. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

  1. Konsultasi Medis: Segera buat janji temu dengan profesional kesehatan. Dokter mungkin akan meminta sampel air mani untuk dianalisis (analisis sperma) atau melakukan tes urin untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi.
  2. Pengobatan: Jika terbukti ada infeksi bakteri, pengobatan umumnya melibatkan pemberian antibiotik yang sesuai. Sangat penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan yang diresepkan, bahkan jika gejala membaik lebih awal.
  3. Pantau Perubahan: Setelah pengobatan, pantau warna sperma Anda selama beberapa minggu. Jika warna tidak kembali normal setelah menyelesaikan antibiotik, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kesimpulannya, sperma hijau adalah sinyal peringatan dari tubuh yang mengindikasikan adanya peradangan atau infeksi dalam saluran reproduksi. Meskipun penanganannya sering kali efektif dengan antibiotik, diagnosis dini oleh profesional medis adalah kunci untuk memastikan pemulihan penuh dan menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang.

🏠 Homepage