Ilustrasi konsultasi kesehatan seksual.
Kekhawatiran mengenai sperma tidak keluar saat berhubungan intim (anorgasmia atau ejakulasi tertunda/tidak ada) adalah isu yang cukup umum dihadapi oleh pria. Kondisi ini dapat menimbulkan kecemasan signifikan terkait performa seksual dan kemampuan reproduksi. Penting untuk dipahami bahwa meskipun ejakulasi terjadi bersamaan dengan orgasme pada mayoritas pria, kedua proses ini secara fisiologis berbeda dan masalah pada salah satunya tidak selalu berarti masalah pada yang lain.
Ketika seorang pria mengalami kesulitan atau ketidakmampuan total untuk mengeluarkan cairan semen saat mencapai puncak gairah seksual, ini dikenal sebagai anejakulasi. Kondisi ini bisa bersifat situasional (hanya terjadi pada hubungan intim, namun bisa terjadi saat masturbasi) atau permanen. Mengidentifikasi penyebabnya adalah langkah pertama menuju solusi yang tepat.
Ada beragam faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan ejakulasi saat berhubungan intim. Penyebab ini seringkali melibatkan kombinasi faktor fisik dan psikologis.
Faktor mental sering menjadi penyebab utama kesulitan ejakulasi, terutama pada pria muda atau yang sedang mengalami tekanan:
Beberapa kondisi medis atau penggunaan zat tertentu dapat mengganggu jalur saraf dan otot yang diperlukan untuk ejakulasi:
Cara berhubungan intim juga memainkan peran penting. Jika stimulasi yang diterima tidak cukup intens atau tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pria tersebut untuk mencapai orgasme, ejakulasi mungkin tertunda atau tidak terjadi sama sekali.
Jika kesulitan ejakulasi terjadi secara konsisten selama beberapa bulan dan menyebabkan frustrasi atau kekhawatiran mengenai kesuburan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Dokter mungkin akan merekomendasikan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi medis biasanya mencakup:
Penanganan sangat bergantung pada penyebab yang mendasari. Berikut adalah beberapa pendekatan umum:
Jika penyebabnya adalah kecemasan atau stres, terapi seringkali sangat efektif:
Jika obat adalah penyebabnya, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti jenis obat (tetapi jangan pernah menghentikan obat tanpa persetujuan dokter). Untuk ejakulasi retrograde, pengobatan spesifik dapat diresepkan untuk membantu menutup katup kandung kemih.
Cobalah bereksperimen dengan berbagai jenis dan tingkat stimulasi selama hubungan intim. Kadang-kadang, penggunaan masturbasi sebelum penetrasi ("double dipping") dapat membantu meredakan sedikit tekanan sebelum aktivitas bersama pasangan. Pastikan durasi foreplay cukup memadai untuk membangun gairah hingga tingkat tertinggi.
Mengatasi sperma tidak keluar saat berhubungan intim membutuhkan kesabaran dan seringkali kolaborasi antara Anda, pasangan, dan tenaga medis profesional. Mengurangi tekanan dan membuka dialog adalah kunci utama menuju resolusi masalah ini.