Kekuatan Yang Mutlak: Memahami Al-Isra Ayat 99

Teks dan Terjemahan Surah Al-Isra Ayat 99

Ayat ke-99 dari Surah Al-Isra (Bani Israil) adalah salah satu penegasan penting mengenai kemahakuasaan Allah SWT. Ayat ini menutup pembahasan panjang mengenai keajaiban penciptaan dan kebesaran Tuhan.

وَلَنُخْرِجَنَّ مِنْهَا نَاسًا كَثِيرًا إِنَّهُمْ كَانُوا بِآيَاتِنَا كَافِرِينَ
Dan Kami akan mengeluarkan dari Surga (negeri akhirat) orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (Catatan: Terjemahan populer seringkali merujuk pada konteks kekufuran dan balasan di akhirat).

Dalam konteks tafsir yang lebih luas, ayat ini seringkali dikaitkan dengan pembalasan bagi mereka yang secara sengaja menolak petunjuk Ilahi, meskipun ayat sebelumnya (ayat 98) berbicara tentang janji Allah bagi orang yang beriman. Ayat ini berfungsi sebagai peringatan tegas tentang konsekuensi kekufuran yang disengaja.

Makna Kontekstual Ayat 99

Surah Al-Isra secara keseluruhan membahas banyak aspek, mulai dari perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, hingga berbagai peringatan kepada Bani Israil mengenai sejarah mereka dan hukum-hukum ilahi. Ayat 99, yang datang di penghujung bahasan mengenai tanda-tanda kekuasaan Allah (ayat-ayat sebelum ini membahas tentang penciptaan bumi, bintang, dan peran manusia), berfungsi sebagai penutup yang final mengenai pertanggungjawaban.

Pesan utamanya adalah bahwa Allah Maha Adil. Bagi mereka yang mengetahui kebenaran—yaitu ayat-ayat Allah—namun memilih untuk mengingkarinya secara konsisten (كفارون - orang-orang yang kafir/mengingkari), balasan yang setimpal telah disiapkan. Kata 'zalim' (ظَالِمِينَ) di sini merujuk pada penempatan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu menempatkan keimanan pada tempat kekufuran.

Ilustrasi Kekuasaan yang Tertuang dalam Ayat

ZALIMUN آيَاتِنَا ADIL DAN PASTI

Ilustrasi konseptual tentang penegasan hukuman bagi para pendusta kebenaran Ilahi.

Relevansi Pesan Peringatan

Meskipun ayat ini berbicara tentang konsekuensi di akhirat, pemahaman mengenai Al-Isra 99 memberikan pelajaran penting tentang tanggung jawab intelektual dan spiritual kita saat ini. Dalam konteks modern, 'ayat-ayat Allah' tidak hanya merujuk pada teks Al-Qur'an, tetapi juga mencakup tanda-tanda (ayat) yang tersebar di alam semesta dan dalam sejarah peradaban.

Menjadi seorang yang beriman berarti menerima dan tunduk pada kebenaran tersebut. Sebaliknya, penolakan yang terus-menerus—bahkan ketika bukti kebenaran telah disajikan berkali-kali—adalah tindakan zalim terhadap diri sendiri. Allah SWT tidak menzalimi hamba-Nya, melainkan mereka sendirilah yang menzalimi diri mereka dengan memilih jalan kesesatan.

Ayat ini menegaskan prinsip kausalitas dalam syariat Islam: ada sebab dan ada akibat. Mereka yang mengingkari kebenaran yang jelas (ayat-ayat Allah) akan menerima konsekuensi yang sesuai dengan pilihan mereka. Ini adalah penutup yang kuat bagi serangkaian peringatan dalam surah tersebut, menegaskan bahwa keadilan Ilahi akan selalu ditegakkan, dan bahwa pintu pertobatan selalu terbuka sebelum masa pertanggungjawaban mutlak tiba.

Penutup Pemahaman

Surah Al-Isra ayat 99 adalah cerminan dari janji Allah akan pembalasan yang adil. Bagi seorang Muslim, ayat ini berfungsi sebagai dorongan untuk senantiasa introspeksi: apakah kita termasuk golongan yang menerima dan mengikuti petunjuk, ataukah termasuk mereka yang secara sadar menolaknya? Pemahaman mendalam terhadap ayat ini menguatkan keyakinan bahwa setiap tindakan memiliki pertanggungjawaban yang pasti, menegaskan kekuasaan Allah yang tidak tertandingi atas segala sesuatu, baik di dunia maupun di akhirat.

🏠 Homepage