Surah Al-Isra Beserta Artinya

Ilustrasi Tanda Kebesaran Allah

Pengantar Surah Al-Isra

Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil (Anak-anak Israil), adalah surah ke-17 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surah ini merupakan surah Makkiyah, diturunkan sebelum Rasulullah SAW melakukan Hijrah ke Madinah. Nama Al-Isra merujuk pada peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW, yaitu perjalanan malam (Isra'), yang diceritakan pada ayat pertama surah ini.

Surah ini memiliki kedalaman makna yang luar biasa, membahas berbagai tema penting seperti keesaan Allah, keajaiban Isra' Mi'raj, pentingnya berbakti kepada orang tua, larangan-larangan keras seperti membunuh anak karena kemiskinan, larangan berbuat zina, hingga etika dalam bermuamalah dan menggunakan harta. Mempelajari Surah Al-Isra memberikan pemahaman komprehensif mengenai pondasi moral dan spiritual dalam Islam.

Potongan Ayat Pilihan Beserta Artinya

Ayat 1: Perjalanan Isra'

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-Masjidilaqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ayat 23-24: Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24)

Dan Tuhanmu telah menetapkan agar kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai usia tua, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu menghardik mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (23). Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, "Ya Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku waktu aku masih kecil" (24).

Ayat 32: Larangan Mendekati Zina

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan itu adalah jalan yang buruk.

Ayat 70: Penghormatan Terhadap Keturunan Adam

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di darat dan di laut, Kami beri rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Kandungan Umum Surah Al-Isra

Surah Al-Isra sangat kaya akan ajaran moral. Setelah membahas mukjizat Isra', Allah SWT menegaskan larangan keras terhadap perbuatan syirik. Bagian selanjutnya berfokus pada bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap, terutama terhadap orang tua, yang mana penekanan pada rasa hormat dan kasih sayang di usia tua sangat kuat. Ayat-ayat ini membentuk dasar etika sosial dalam Islam.

Selain itu, surah ini juga memberikan peringatan keras mengenai berbagai pelanggaran sosial dan moral, termasuk larangan membunuh anak (terutama dahulu dilakukan karena takut miskin), larangan berbuat zina (sebagai sumber kerusakan masyarakat), serta larangan memakan harta anak yatim secara tidak benar. Semua larangan ini ditujukan untuk menjaga kesucian individu dan keharmonisan struktur keluarga serta masyarakat.

Pesan terakhir Surah Al-Isra adalah pengakuan atas kemuliaan manusia (Bani Adam) yang telah dianugerahi akal dan kemampuan oleh Allah SWT. Dengan kemuliaan ini, datang tanggung jawab besar untuk menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan petunjuk ilahi. Pemahaman mendalam terhadap Surah Al-Isra adalah kunci untuk membangun kehidupan yang seimbang antara ibadah vertikal kepada Tuhan dan perbuatan horizontal kepada sesama manusia.

🏠 Homepage