Kisah dan Fadhilah Membaca Surah Al-Zalzalah Sebanyak 100 Kali

الزلزلة Al-Zalzalah x 100

Ilustrasi makna Hari Kiamat dan pengulangan

Surah Al-Zalzalah, yang berarti "Kegoncangan," adalah surah ke-99 dalam urutan mushaf Al-Qur'an dan terdiri dari 8 ayat. Meskipun pendek, kandungan maknanya sangat mendalam, berfokus pada gambaran dahsyatnya hari kiamat, pertanggungjawaban amal perbuatan, serta keadilan mutlak Allah SWT.

Dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat amalan-amalan spesifik yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin, salah satunya adalah membaca surah tertentu dalam jumlah hitungan tertentu. Salah satu amalan yang sering dibicarakan di kalangan umat adalah membaca Surah Al-Zalzalah sebanyak 100 kali.

Mengapa Surah Al-Zalzalah Dibaca 100 Kali?

Meskipun anjuran membaca surah tertentu dalam jumlah besar sering kali didasarkan pada hadis atau atsar (riwayat dari sahabat atau ulama), membaca Surah Al-Zalzalah sebanyak 100 kali sering dikaitkan dengan berbagai manfaat spiritual dan kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa ulama dan praktisi spiritual meyakini bahwa pengulangan ayat-ayat tertentu memiliki kekuatan energetik dan spiritual yang dapat membantu seorang Muslim mendekatkan diri kepada Allah dan memohon kemudahan dalam urusan dunia maupun akhirat. Surah ini, dengan fokusnya pada goncangan dan keluarnya isi bumi, secara tidak langsung mengingatkan pembaca tentang kefanaan dunia dan kebesaran Allah.

Fadhilah yang Diisyaratkan

Manfaat dari mengamalkan pembacaan Surah Al-Zalzalah 100 kali ini bervariasi menurut penuturan para pengamal, meskipun perlu dicatat bahwa kedudukan hadis yang secara eksplisit menyebutkan fadhilah ini dalam konteks 100 kali perlu dikaji lebih lanjut dari sisi sanadnya. Namun, secara umum, manfaat yang sering disebut meliputi:

Adab Ketika Mengamalkan

Ketika seseorang memutuskan untuk mengamalkan membaca Surah Al-Zalzalah sebanyak 100 kali, sangat disarankan untuk memperhatikan adab-adab berikut agar amalan tersebut memiliki nilai ibadah yang sempurna di sisi Allah SWT:

  1. Niat yang Murni (Ikhlas): Niatkan semata-mata karena mencari keridaan Allah, bukan karena ingin dipuji atau mengharapkan imbalan duniawi semata.
  2. Thaharah (Bersuci): Idealnya, pembacaan dilakukan dalam keadaan suci, meskipun membaca di luar shalat tidak mensyaratkan wudhu, namun kesucian diri meningkatkan kekhusyukan.
  3. Tadabbur (Memahami Makna): Jangan hanya melafalkan tanpa memahami artinya. Setiap kali ayat tentang goncangan dan pertanggungjawaban dibaca, renungkanlah bagaimana posisi kita di hadapan Allah.
  4. Istiqomah: Keberkahan terletak pada konsistensi. Lebih baik membaca sedikit secara rutin daripada banyak namun terputus-putus.

Konteks Hari Kiamat dalam Surah

Ayat-ayat Surah Al-Zalzalah sangat tegas dalam menggambarkan realitas akhir zaman. Allah SWT berfirman:

"Idzaa zulzilatil ardu zilzaalaha, Wa akhrajatil ardu itsqalaha, Wa qaalal insaanu maalaa haa, Yauma’idzin tuḥaddithu akhbaarahaa." (Ketika bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan isi beratnya, dan manusia bertanya, "Mengapa bumi ini?")

Pengulangan 100 kali berfungsi sebagai pengingat terus-menerus bahwa kehidupan ini sementara. Segala yang tersembunyi di dalam bumi—harta karun, kuburan, bahkan rahasia terdalam—akan dikeluarkan dan dipertontonkan. Ini adalah bukti keadilan Allah yang sempurna.

Kesimpulannya, mengamalkan pembacaan Surah Al-Zalzalah 100 kali adalah bentuk ketaatan dan upaya spiritual yang didasari oleh keinginan untuk merenungkan ayat-ayat Allah yang agung. Meskipun harus selalu berpegang pada prinsip bahwa amalan terbaik adalah yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW, meningkatkan interaksi kita dengan Al-Qur'an dalam bentuk apapun adalah jalan menuju keberkahan. Selamat mengamalkan dan semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan yang lolos perhitungan di hari kegoncangan tersebut.

🏠 Homepage