Surah Az-Zalzalah (Goncangan) adalah surah ke-99 dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang hari kiamat, saat bumi akan diguncang dengan dahsyat dan semua rahasia yang terpendam akan dikeluarkan. Ayat-ayatnya ringkas namun memiliki makna yang sangat mendalam mengenai pertanggungjawaban mutlak setiap perbuatan.
Secara spesifik, kita akan memfokuskan pembahasan pada ayat keenam. Ayat ini merupakan bagian dari rangkaian pengungkapan peristiwa dahsyat tersebut, menekankan bagaimana setiap tindakan sekecil apapun akan diperlihatkan.
Ayat keenam dari Surah Az-Zalzalah diawali dengan lafal arab yang sangat ikonik dalam konteks hari penghisaban.
"Pada hari itu, manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok, agar diperlihatkan kepada mereka balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."
Lafal pembuka ayat keenam, "يَوْمَئِذٍ" (Yaudma’idzin), secara harfiah berarti "Pada hari itu." Ini adalah penanda waktu yang merujuk langsung pada hari kiamat yang telah disinggung di ayat-ayat sebelumnya, khususnya setelah bumi mengalami guncangan hebat.
Frasa selanjutnya, "يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا" (yasduru an-nasu ashtatan), memiliki makna yang sangat kuat. Kata "Yasduru" (يَصْدُرُ) berarti keluar, kembali, atau berangkat dari suatu tempat, seringkali merujuk pada keluarnya air dari mata air atau kembalinya rombongan dari suatu perjalanan. Dalam konteks ini, itu adalah keluarnya manusia dari kubur mereka.
Yang menarik adalah kata "أَشْتَاتًا" (ashtatan). Kata ini adalah bentuk jamak dari "Syat" yang berarti terpisah-pisah atau berbeda-beda. Ini kontras dengan gambaran orang-orang yang berkumpul saat di dunia. Pada hari itu, manusia akan bangkit dalam kelompok-kelompok yang terpisah berdasarkan amal mereka: kelompok yang baik menuju surga, dan kelompok yang buruk menuju neraka. Mereka tidak akan lagi bergerombol dalam satu kesatuan sosial sebagaimana saat hidup di dunia.
Ayat ini ditutup dengan tujuan mulia dari keluarnya manusia dari alam kubur tersebut, yaitu "لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ" (Li-yuraw A'malahum), yang berarti "agar diperlihatkan kepada mereka perbuatan-perbuatan mereka."
Ini menegaskan prinsip dasar keadilan Ilahi. Tidak ada satupun amalan, baik sekecil atom (seperti yang dijelaskan di ayat 7 dan 8), yang akan hilang atau terlupakan. Ketika mereka keluar dari kubur dalam keadaan terpisah-pisah, buku catatan atau kesaksian atas tindakan mereka akan disajikan secara visual dan nyata. Bagi orang yang beramal baik, ini akan menjadi penyejuk mata dan jaminan atas balasan yang setimpal. Sebaliknya, bagi yang berbuat kejahatan, ini adalah momen kesadaran penuh atas konsekuensi perbuatannya.
Ayat keenam ini menjadi jembatan penting antara goncangan fisik bumi dan konsekuensi metafisik bagi setiap jiwa. Ini mengingatkan umat Islam untuk selalu waspada dan sadar bahwa setiap langkah dan niat di dunia ini sedang dicatat untuk pertunjukan besar di hadapan Yang Maha Adil.