Surat Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah salah satu surat penting dalam Al-Qur'an yang sarat dengan pelajaran sejarah, hukum, dan akidah. Di antara ayat-ayat yang mengandung penegasan ilahi yang kuat adalah ayat ke-88. Ayat ini seringkali menjadi sorotan dalam pembahasan mengenai keunikan Al-Qur'an dan otoritas mutlak Allah SWT.
Teks dan Terjemahan Surat Al-Isra Ayat 88
Ayat 88 berbunyi:
Secara ringkas, artinya adalah: "Katakanlah: 'Sekiranya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu.'"
Kedudukan Ayat Sebagai Bukti Kenabian
Makna inti dari surat al isra 88 adalah tantangan ilahi yang tak tertandingi. Ayat ini berfungsi sebagai salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW—yaitu mukjizat Al-Qur'an itu sendiri. Tantangan ini tidak ditujukan hanya kepada kaum kafir Quraisy pada masa itu, tetapi diperluas mencakup seluruh umat manusia (ins) dan bahkan entitas gaib (jin).
Pada masa diturunkannya Al-Qur'an, sastra Arab berada di puncak keindahan dan kekuatannya. Para penyair dan orator terkemuka merasa tertantang oleh kerasulan Nabi Muhammad SAW. Namun, Allah SWT menegaskan melalui ayat ini bahwa meskipun seluruh populasi manusia yang memiliki kemampuan berbahasa dan bersastra, ditambah dengan semua jin yang mungkin memiliki kekuatan atau kecerdasan lain, berkumpul untuk menandingi Al-Qur'an, upaya mereka akan sia-sia.
Kata "لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ" (mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya) adalah penegasan yang absolut. Ini bukan hanya tentang tantangan untuk membuat ayat yang lebih baik, tetapi sekadar yang setara atau serupa. Ketidakmampuan ini membuktikan bahwa Al-Qur'an bukan ciptaan manusia biasa, melainkan kalamullah yang memiliki struktur, kedalaman makna, dan keindahan retoris yang melampaui batas kemampuan makhluk mana pun.
Komponen Kunci Tantangan
Ayat ini memuat dua elemen penting dalam tantangannya:
- Inklusi Total: Tantangan mencakup "ins dan jin." Ini menunjukkan universalitas klaim kenabian dan keaslian wahyu. Jika manusia gagal, jin juga disertakan, menyingkirkan segala kemungkinan bahwa ada makhluk lain yang mampu menandingi karya tersebut.
- Dukungan Penuh: Frasa "وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا" (sekalipun mereka saling membantu) menghilangkan alasan penolakan. Mereka tidak dapat mengklaim kekurangan sumber daya atau kurangnya koordinasi; semua kekuatan kolektif mereka tetap tidak memadai.
Tantangan ini menunjukkan bahwa keunikan Al-Qur'an terletak pada aspek balaghah (retorika), kedalaman tasyri' (hukum), dan konsistensi isinya dari awal hingga akhir. Meskipun telah berlalu ribuan tahun sejak ayat ini diturunkan, tantangan untuk menandingi bahkan satu surat pendek pun dalam Al-Qur'an tetap belum terpenuhi.
Ilustrasi Visual Mukjizat Bahasa
Implikasi Kehidupan Beriman
Bagi seorang Muslim, pemahaman mendalam tentang surat al isra 88 bukan sekadar latihan intelektual, melainkan fondasi keyakinan. Ayat ini memperkuat rasa syukur kita atas nikmat petunjuk Ilahi yang disajikan dalam bentuk yang paling otentik dan abadi. Ketika kita menghadapi keraguan atau tantangan terhadap kebenaran Islam, ayat ini menjadi pengingat tegas bahwa sumber utama ajaran kita—Al-Qur'an—adalah wahyu yang tidak mungkin ditiru oleh upaya kolektif siapa pun.
Oleh karena itu, ayat ini mendorong umat Islam untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an, bukan hanya membacanya, tetapi juga merenungkan dan mengamalkan ajarannya. Integritas tekstual yang dijanjikan oleh ayat ini adalah jaminan bahwa petunjuk yang kita ikuti adalah benar dan tidak berubah, sebuah mercusuar di tengah arus informasi dan ideologi yang silih berganti. Ini adalah bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang diturunkan dengan dukungan dan perlindungan langsung dari Pencipta alam semesta.