Surat Al-Isra, juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam urutan Mushaf Al-Qur'an, yang terdiri dari 111 ayat. Surat ini sarat dengan kisah-kisah penting, peringatan, dan pedoman moral bagi umat Islam, dimulai dari peristiwa Isra' (perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) hingga berbagai perintah dan larangan ilahiah.
Berikut adalah teks lengkap (bacaan Arab, transliterasi, dan terjemahan bahasa Indonesia) dari Surat Al-Isra:
Surat Al-Isra dibuka dengan ayat yang monumental, menjelaskan peristiwa agung Isra’ Mi’raj, sebuah mukjizat yang menunjukkan kedudukan tinggi Nabi Muhammad SAW. Setelah pembukaan tersebut, surat ini bergerak membahas berbagai tema penting:
Salah satu inti ajaran akhlak dalam surat ini terdapat pada ayat 23 dan 24, yang menekankan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Allah memerintahkan untuk tidak mengatakan "ah" kepada mereka, bersikap rendah hati, dan selalu mendoakan mereka.
Ayat-ayat ini memberikan batasan jelas mengenai pengelolaan harta dan kehidupan. Dilarang keras bersikap boros (israf) dan kikir. Pembunuhan, perzinaan, dan mengambil hak anak yatim juga dilarang keras, menegaskan kesucian jiwa dan kehormatan properti.
Al-Isra juga menegaskan bahwa manusia harus berhati-hati dalam mengikuti dugaan atau prasangka semata. Manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas pendengaran, penglihatan, dan hati nuraninya. Ayat 39 secara tegas menyatakan bahwa kesombongan di muka bumi dilarang keras.
Bagian ini berisi peringatan kepada Nabi Muhammad SAW mengenai godaan orang yang ingin menyesatkannya dari wahyu yang telah diturunkan. Ayat 80-81 secara spesifik memerintahkan Nabi untuk melaksanakan salat lima waktu dengan khusyuk dan menjadikan salat sebagai benteng spiritual.
Surat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah kebenaran mutlak, bukan hasil rekaan. Ayat 88 menyatakan bahwa meskipun seluruh jin dan manusia bersatu padu untuk menciptakan tandingan Al-Qur’an, mereka tidak akan mampu melakukannya. Bagian penutup surat ini juga membahas tentang kebangkitan manusia pada hari kiamat.
Surat ditutup dengan ayat yang agung, menegaskan bahwa Allah Maha Besar, Maha Agung, dan memerintahkan manusia untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya.