Ayat 1 hingga 8 dan Terjemahannya
Surat Al-Zalzalah (yang berarti "Kegoncangan") adalah surat ke-99 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Meskipun hanya terdiri dari delapan ayat, kandungan maknanya sangat mendalam, berfokus pada gambaran dahsyatnya hari kiamat dan pertanggungjawaban mutlak atas setiap perbuatan manusia di dunia.
Kekuatan Kegoncangan (Ayat 1-3)
Tiga ayat pertama langsung memperkenalkan sebuah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya: goncangan bumi yang amat hebat. Guncangan ini begitu dahsyat hingga bukan hanya meruntuhkan bangunan fisik, tetapi juga memaksa bumi mengeluarkan semua yang ada di perutnya (mayat, harta karun, atau mungkin bahan mentah kehidupan). Dalam kepanikan dan kebingungan menghadapi peristiwa kosmik ini, manusia akan saling bertanya, "Ada apa ini?"
Peran Bumi sebagai Saksi (Ayat 4-5)
Salah satu aspek paling menakjubkan dari surat ini adalah peran bumi yang bertindak sebagai saksi atau penyampai berita. Bumi, yang selama ini diam menyaksikan seluruh aktivitas manusia—mulai dari ibadah, kejahatan, kebaikan, hingga pengkhianatan—diperintahkan oleh Allah (Tuhan) untuk melaporkan semua kejadian tersebut. Ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun peristiwa di muka bumi ini yang luput dari catatan.
Keadilan Mutlak dan Pertanggungjawaban (Ayat 6-8)
Puncak dari kegoncangan dan kesaksian bumi adalah hari penghisaban. Ayat 6 menjelaskan bahwa manusia akan dikumpulkan dalam keadaan terpisah-pisah (asyatan), tidak berkelompok seperti di dunia, untuk menerima keputusan akhir. Bagian akhir surat ini memberikan prinsip dasar keadilan ilahi yang tegas dan universal:
Pesan utama Al-Zalzalah adalah penekanan bahwa catatan amal kita lengkap dan keadilan Allah pasti berlaku. Setiap manusia akan menuai hasil persis dari apa yang telah ia tanam selama hidup di dunia, tanpa pengurangan ataupun penambahan.