Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) mengubah kebutuhan nutrisi seseorang secara signifikan. Meskipun pengobatan antiretroviral (ARV) telah maju pesat, nutrisi yang tepat—terutama asupan vitamin dan mineral—tetap menjadi pilar penting dalam manajemen penyakit dan peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS.
Infeksi HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, membuat penderita lebih rentan terhadap infeksi oportunistik dan komplikasi lainnya. Selain itu, virus itu sendiri meningkatkan laju metabolisme basal dan seringkali menyebabkan malabsorpsi nutrisi atau efek samping pengobatan yang menyebabkan nafsu makan menurun, penurunan berat badan drastis (wasting syndrome), dan kelelahan kronis.
Asupan vitamin dan mineral yang adekuat berfungsi sebagai dukungan krusial untuk:
Beberapa vitamin menunjukkan peran yang sangat vital dalam manajemen HIV. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terdaftar sebelum memulai suplemen dosis tinggi, karena interaksi dengan obat ARV mungkin terjadi.
Vitamin B sangat terlibat dalam produksi sel darah merah dan fungsi saraf. Defisiensi Vitamin B12 dan Folat sering terlihat pada pasien HIV, yang dapat memperburuk neuropati perifer (kerusakan saraf) yang kadang merupakan efek samping obat ARV.
Sebagai antioksidan kuat, Vitamin C membantu melawan stres oksidatif yang meningkat akibat peradangan kronis yang disebabkan oleh HIV. Ia juga penting untuk penyembuhan luka dan fungsi kekebalan secara umum.
Banyak penelitian menunjukkan korelasi antara kadar Vitamin D yang rendah dengan penurunan fungsi imun dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada penderita HIV. Vitamin D berperan dalam regulasi sistem imun.
Kedua vitamin ini bertindak sebagai antioksidan pelindung sel. Vitamin A krusial untuk kesehatan mukosa (lapisan pelindung usus dan paru-paru), yang merupakan gerbang masuk bagi banyak infeksi oportunistik. Vitamin E melindungi membran sel dari kerusakan radikal bebas.
Selain vitamin, mineral tertentu harus dijaga kadarnya karena seringkali terjadi kehilangan nutrisi melalui diare atau karena interaksi dengan obat:
Pendekatan terbaik adalah melalui pola makan seimbang yang kaya buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Namun, karena risiko malabsorpsi, dokter seringkali merekomendasikan multivitamin/mineral yang diformulasikan khusus untuk penderita HIV.
Peringatan Penting: Jangan pernah mengabaikan obat ARV demi suplemen. Suplementasi harus menjadi pelengkap, bukan pengganti terapi medis utama. Selalu diskusikan dosis dan jenis suplemen dengan tim kesehatan Anda untuk menghindari interaksi obat yang dapat mengurangi efektivitas ARV atau meningkatkan toksisitas.