Mencari Batasan: Apa yang Terbesar di Alam Semesta?

Supergugus DINDING/FILAMEN KOSMIK
Representasi Skala Struktur Terbesar di Alam Semesta yang Teramati.

Ketika kita membicarakan tentang "yang terbesar di alam semesta," pertanyaan ini langsung membawa kita pada skala kosmik, jauh melampaui batas-batas planet, bintang, atau bahkan galaksi tunggal. Alam semesta adalah wadah tak terbayangkan luasnya, dan apa yang kita anggap raksasa di Bumi hanyalah sebutir debu di dalamnya. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mendefinisikan apa yang kita ukur: massa, volume, atau jangkauan spasial? Dalam konteks struktur, ukurannya ditentukan oleh bentangan spasialnya.

Jika kita mulai dari skala yang sedikit lebih kecil—yaitu galaksi—Bima Sakti terlihat masif dengan diameter sekitar 100.000 tahun cahaya. Namun, Bima Sakti hanyalah anggota dari Gugus Lokal, yang kemudian menjadi bagian dari Supergugus Laniakea. Supergugus adalah kumpulan dari puluhan hingga ratusan gugus galaksi, membentang hingga ratusan juta tahun cahaya. Supergugus Laniakea, misalnya, merupakan rumah bagi galaksi kita dan membentang sekitar 520 juta tahun cahaya. Namun, ini masih jauh dari objek terbesar yang kita ketahui.

Munculnya Filamen dan Kekosongan Kosmik

Struktur terbesar di alam semesta yang teramati bukanlah satu objek tunggal yang padat, melainkan pola jaringan yang dikenal sebagai Jaringan Kosmik (Cosmic Web). Jaringan ini terdiri dari galaksi-galaksi yang berkumpul di sepanjang struktur seperti benang (filamen) yang mengelilingi wilayah hampa yang sangat luas yang disebut kekosongan (voids). Filamen dan dinding kosmik inilah yang menjadi kandidat utama untuk entitas terbesar.

Salah satu penemuan paling signifikan dalam kategori ini adalah **Hercules–Corona Borealis Great Wall (Her–CrB GW)**. Struktur ini pertama kali diidentifikasi melalui pemetaan sinar gamma burts (GRB). Her–CrB GW diperkirakan merupakan kumpulan raksasa dari filamen galaksi, dengan rentang perkiraan mencapai sekitar 10 miliar tahun cahaya. Untuk memberikan perspektif, diameter alam semesta yang dapat diamati saat ini diperkirakan sekitar 93 miliar tahun cahaya. Struktur ini menunjukkan bahwa materi di alam semesta tidak terdistribusi secara merata, melainkan tersusun dalam jaringan raksasa yang menghubungkan gugus-gugus super.

Mengapa Filamen Begitu Besar?

Ukuran luar biasa dari filamen kosmik ini adalah hasil langsung dari evolusi alam semesta sejak Big Bang. Fluktuasi kepadatan materi awal, yang kemudian diperkuat oleh gravitasi selama miliaran tahun, menarik materi ke dalam "dinding" dan "filamen" yang lebih padat, sementara wilayah di antaranya—kekosongan—menjadi semakin kosong. Kekosongan itu sendiri bisa memiliki diameter ratusan juta tahun cahaya, namun ia didefinisikan oleh ketiadaan materi padat. Struktur terbesarnya adalah kumpulan materi itu sendiri, yaitu filamen dan dinding yang menghubungkannya.

Selain Her–CrB GW, terdapat juga struktur lain yang menunjukkan skala masif, seperti Sloan Great Wall (SGW), yang meskipun dulu dianggap terbesar, kini diperkirakan lebih kecil dibandingkan dengan Her–CrB GW, membentang sekitar 1,37 miliar tahun cahaya. Namun, penemuan Her–CrB GW, dengan dimensi yang mencapai hampir sepersepuluh dari diameter alam semesta teramati, menempatkannya sebagai kandidat terkuat untuk objek atau formasi terstruktur terbesar yang kita ketahui saat ini.

Batasan Pengamatan dan Masa Depan

Penting untuk diingat bahwa ketika kita berbicara tentang yang "terbesar di alam semesta," kita sebenarnya merujuk pada alam semesta yang dapat kita amati (Observable Universe). Alam semesta secara keseluruhan mungkin jauh lebih besar, bahkan tak terbatas. Struktur yang kita amati dibatasi oleh kecepatan cahaya; kita hanya bisa melihat materi yang cahayanya telah mencapai kita selama 13,8 miliar tahun.

Oleh karena itu, Her–CrB GW adalah yang terbesar dari konfigurasi materi yang dapat kita deteksi. Studi lanjutan mengenai distribusi galaksi, seperti melalui survei langit besar berikutnya, akan terus menguji batas pemahaman kita tentang bagaimana materi mengatur dirinya dalam skala terbesar. Penemuan struktur yang lebih besar mungkin hanya masalah waktu dan teknologi teleskop yang lebih sensitif. Pada intinya, entitas yang mendominasi skala kosmik adalah jaringan filamen yang menghubungkan supergugus galaksi, dengan Dinding Hercules–Corona Borealis sebagai contoh paling menonjol saat ini.

Kesimpulannya, meskipun bintang dan galaksi adalah entitas yang mengagumkan, skala kekuasaan di alam semesta dimenangkan oleh struktur berskala miliaran tahun cahaya—jaringan filamen kosmik yang membentang melintasi ruang hampa, dengan Her–CrB GW sebagai arsitektur materi terbesar yang pernah terdeteksi.

🏠 Homepage