Ilustrasi Proses Kriopreservasi Air Mani
Air mani beku, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai kriopreservasi semen, adalah proses menyimpan sampel air mani pada suhu sangat rendah, biasanya menggunakan nitrogen cair (-196°C). Tujuannya adalah untuk mempertahankan viabilitas (kemampuan hidup) dan kualitas sperma dalam jangka waktu yang sangat panjang, bahkan hingga puluhan tahun.
Proses ini melibatkan penambahan zat krioprotektan ke dalam sampel sperma. Zat ini berfungsi melindungi sel sperma dari kerusakan struktural yang disebabkan oleh pembentukan kristal es selama proses pembekuan. Setelah dibekukan, sampel disimpan dalam wadah khusus yang disebut dewar atau tangki nitrogen cair, yang menjamin suhu tetap ekstrem rendah.
Kriopreservasi air mani memiliki beberapa kegunaan klinis dan pribadi yang sangat penting. Keputusan untuk membekukan air mani biasanya didasarkan pada kebutuhan untuk memastikan kesuburan di masa depan atau untuk keperluan medis tertentu.
Ini adalah salah satu alasan paling umum. Pria yang akan menjalani terapi medis yang berpotensi merusak sel sperma, seperti kemoterapi atau radioterapi untuk pengobatan kanker, sering direkomendasikan untuk menyimpan spermanya terlebih dahulu. Setelah pengobatan selesai, sperma beku ini dapat digunakan untuk program bayi tabung (IVF) atau Inseminasi Buatan (IUI).
Bank sperma mengandalkan teknologi ini untuk menyimpan dan mendistribusikan air mani dari para donor. Penyimpanan beku memastikan bahwa sperma siap digunakan kapan pun dibutuhkan oleh pasangan yang membutuhkan layanan donor.
Bagi pria yang kariernya berisiko tinggi (misalnya, astronot, pekerja industri berisiko tinggi paparan toksin), atau bagi mereka yang mungkin akan menjalani vasektomi (sterilisasi), membekukan air mani adalah bentuk asuransi kesuburan.
Jika seorang pria akan menjalani operasi testis atau prosedur lain yang dapat memengaruhi produksi sperma, pembekuan sebelumnya menjamin opsi reproduksi tetap tersedia.
Proses kriopreservasi dilakukan di laboratorium andrologi atau bank sperma, dan memerlukan standar kebersihan serta sterilitas yang ketat.
Tingkat keberhasilan penggunaan air mani beku sangat bergantung pada kualitas sperma sebelum dibekukan. Meskipun proses pembekuan dapat menyebabkan hilangnya sebagian kecil motilitas sperma (sekitar 10% hingga 30%), teknologi modern telah meningkatkan tingkat keberhasilan pencairan dan pembuahan.
Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Secara keseluruhan, air mani beku merupakan teknologi revolusioner yang menawarkan harapan besar bagi pria yang menghadapi risiko kehilangan kesuburan, menjembatani tantangan waktu dan kondisi medis demi masa depan reproduksi.