Ilustrasi representasi cairan semen
Perubahan warna pada air mani (semen) adalah hal yang sering menimbulkan kekhawatiran bagi pria. Secara umum, air mani yang sehat berwarna putih keabu-abuan atau bening keputihan setelah ejakulasi. Namun, ketika air mani tampak berwarna coklat, ini mengindikasikan adanya jejak darah lama yang telah teroksidasi di dalam saluran reproduksi.
Air mani berwarna coklat biasanya disebabkan oleh darah yang bercampur dengan air mani. Ketika darah baru masuk ke dalam semen, warnanya akan tampak merah muda atau merah terang. Namun, jika darah tersebut sudah berada di dalam saluran reproduksi selama beberapa waktu (misalnya beberapa hari), ia akan teroksidasi, menyebabkan warnanya berubah menjadi coklat atau bahkan karat (rusty).
Sebagian besar kasus air mani berwarna coklat bersifat sementara dan tidak berbahaya, terutama jika hanya terjadi sesekali. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum:
Ini adalah penyebab yang paling sering. Perubahan warna menjadi coklat adalah tanda bahwa sedikit darah telah bercampur dengan semen dan telah teroksidasi. Ini bisa terjadi akibat trauma kecil pada uretra, atau bisa juga merupakan sisa ejakulasi sebelumnya.
Jika Anda baru saja mengalami ejakulasi dalam periode waktu yang singkat, atau jika ada sedikit sisa ejakulasi sebelumnya yang tertinggal, semen yang lebih tua ini dapat teroksidasi dan keluar bersama ejakulasi berikutnya dengan warna coklat.
Aktivitas seksual yang intens atau masturbasi yang terlalu kasar dapat menyebabkan luka mikro atau iritasi pada dinding uretra atau vesikula seminalis. Iritasi ringan ini dapat menyebabkan sedikit perdarahan yang kemudian menyebabkan warna coklat pada semen.
Peradangan pada prostat (prostatitis) atau epididimis (epididimitis) adalah penyebab medis yang perlu diwaspadai. Infeksi bakteri atau peradangan dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah, yang mengakibatkan munculnya darah dalam semen.
Meskipun jarang, air mani berwarna coklat atau merah dapat menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius, seperti:
Air mani berwarna coklat yang terjadi satu atau dua kali dan kemudian hilang dengan sendirinya umumnya tidak memerlukan intervensi medis segera. Namun, Anda disarankan untuk segera menemui dokter spesialis urologi jika mengalami kondisi berikut:
Jika Anda berkonsultasi mengenai keluhan ini, dokter mungkin akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan, meliputi:
Penting untuk diingat bahwa diagnosis yang tepat hanya dapat ditentukan oleh profesional kesehatan setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap riwayat dan kondisi fisik Anda. Jangan mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang tersedia secara daring.