Air mani, atau semen, adalah cairan biologis yang dikeluarkan dari penis laki-laki selama ejakulasi. Cairan ini memiliki peran krusial dalam sistem reproduksi pria, yaitu sebagai media transportasi sel sperma untuk mencapai sel telur wanita dalam proses pembuahan. Meskipun seringkali hanya dipandang dari sudut pandang fungsi reproduksi, komposisi air mani sebenarnya cukup kompleks dan mencerminkan kesehatan sistem reproduksi secara keseluruhan.
Volume ejakulasi normal biasanya berkisar antara 1,5 hingga 5 mililiter, meskipun jumlah ini dapat sangat bervariasi antar individu dan situasi. Air mani bukanlah cairan tunggal yang homogen, melainkan gabungan dari beberapa komponen yang diproduksi oleh berbagai kelenjar reproduksi pria. Komponen utamanya meliputi cairan seminal plasma dan sel sperma itu sendiri.
Cairan Seminal Plasma adalah matriks cair yang terdiri dari sekresi yang berasal dari tiga sumber utama:
Kelenjar ini menyumbang sekitar 60-75% dari total volume air mani. Cairan dari vesikula seminalis kaya akan fruktosa, gula sederhana yang menjadi sumber energi utama bagi pergerakan (motilitas) sperma setelah ejakulasi. Cairan ini juga mengandung prostaglandin dan protein pembekuan yang membantu pengentalan air mani setelah masuk ke saluran reproduksi wanita.
Prostat menyumbang sekitar 25-30% volume. Cairan prostat bersifat sedikit asam (pH sekitar 6.5) dan mengandung enzim seperti Acid Phosphatase serta Prostate-Specific Antigen (PSA). PSA berfungsi untuk mencairkan kembali air mani yang menggumpal, sehingga memungkinkan sperma berenang bebas dan bergerak lebih efisien.
Kelenjar ini menghasilkan cairan pra-ejakulasi dalam jumlah sangat kecil. Cairan ini berfungsi untuk melumasi uretra dan menetralkan sisa keasaman urin yang mungkin masih ada di uretra, menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi sperma sebelum ejakulasi utama terjadi.
Meskipun jumlahnya kecil secara volume, sel sperma (spermatozoa) adalah komponen paling vital. Setiap mililiter air mani normal mengandung antara 20 juta hingga lebih dari 200 juta sel sperma. Tugas mereka adalah membawa materi genetik dari ayah menuju ovum (sel telur) wanita. Kualitas sperma dinilai berdasarkan konsentrasi, motilitas (kemampuan bergerak), dan morfologi (bentuk). Faktor-faktor seperti pola makan, stres, suhu skrotum, dan gaya hidup sangat mempengaruhi kualitas sperma yang diproduksi testis.
Air mani yang sehat umumnya memiliki warna putih keabu-abuan atau sedikit kekuningan. Bau khas yang seringkali digambarkan sedikit amis atau seperti klorin berasal dari kandungan protein dan zat kimia seperti spermidine. Konsistensi awalnya biasanya kental atau seperti gel, namun akan mencair dalam waktu 15 hingga 30 menit karena aksi enzim dari prostat.
Selain fungsinya yang paling utama dalam reproduksi, air mani juga berfungsi sebagai buffer alkali untuk melindungi sperma dari lingkungan asam vagina. Cairan seminalis juga mengandung nutrisi penting seperti seng, magnesium, dan vitamin B12 yang mendukung vitalitas sperma selama perjalanan mereka menuju tuba falopi. Memahami komposisi ini membantu kita menghargai kompleksitas biologis yang terlibat dalam proses reproduksi manusia. Kesehatan reproduksi pria sangat dipengaruhi oleh keseimbangan nutrisi dan lingkungan internal tubuh yang mendukung produksi air mani yang berkualitas.