Kondisi di mana air mani tampak bercampur dengan darah, atau dikenal secara medis sebagai hematospermia, adalah gejala yang umumnya membuat pria merasa khawatir dan cemas. Meskipun seringkali tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, hematospermia selalu memerlukan perhatian dan evaluasi medis untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab serius.
Hematospermia didefinisikan sebagai adanya darah dalam air mani (semen). Darah ini bisa tampak merah cerah, merah muda, atau kecoklatan, dan mungkin hanya terlihat pada beberapa ejakulasi atau tampak jelas pada setiap ejakulasi. Dalam kebanyakan kasus, darah yang terlihat hanya sedikit dan sulit dideteksi tanpa pemeriksaan lebih lanjut, namun ketika terlihat jelas, hal ini memicu kekhawatiran yang signifikan.
Penyebab hematospermia sangat bervariasi, mulai dari yang ringan dan sementara hingga kondisi yang memerlukan intervensi medis segera. Mengenali kemungkinan penyebab adalah langkah pertama yang penting:
Ini adalah penyebab paling umum, terutama pada pria muda. Iritasi pada saluran uretra, prostat, atau vesikula seminalis akibat aktivitas seksual yang intens atau masturbasi berlebihan dapat menyebabkan robekan kecil pada pembuluh darah halus. Kondisi ini biasanya bersifat sementara.
Infeksi pada saluran reproduksi dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pembuluh darah. Beberapa infeksi yang sering dikaitkan meliputi:
Seiring bertambahnya usia, masalah pada prostat menjadi faktor risiko yang lebih signifikan. Pembesaran prostat jinak (BPH) atau kondisi peradangan kronis dapat memengaruhi integritas pembuluh darah di area tersebut.
Terkadang, hematospermia terjadi karena kelainan pada pembuluh darah di area panggul atau prostat, seperti varikokel yang menyebabkan pelebaran vena, atau malformasi arteriovenosa.
Meskipun jarang, darah dalam air mani dapat menjadi indikasi kondisi yang lebih serius, termasuk keganasan atau kanker. Kanker prostat atau kanker kandung kemih dapat menyebabkan gejala ini, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti nyeri saat ejakulasi, kesulitan buang air kecil, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Meskipun banyak kasus hematospermia bersifat jinak, konsultasi dengan dokter spesialis urologi sangat disarankan untuk diagnosis yang tepat. Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami:
Dokter akan memulai dengan riwayat medis mendetail dan pemeriksaan fisik. Karena penyebabnya seringkali melibatkan struktur internal, beberapa tes mungkin diperlukan untuk menelusuri sumber perdarahan:
Penting untuk diingat bahwa diagnosis yang tepat sangat bergantung pada eliminasi penyebab yang lebih mengkhawatirkan. Jangan mendiagnosis diri sendiri. Jika Anda menemukan air mani bercampur darah, langkah terbaik adalah menjadwalkan janji temu dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan penanganan yang sesuai.
Secara umum, jika ini adalah episode pertama, tidak ada gejala lain yang menyertai, dan Anda masih muda, dokter mungkin akan menyarankan observasi selama beberapa minggu. Namun, kepastian diagnosis selalu menjadi prioritas utama dalam kesehatan reproduksi pria.