Surat Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil (Anak-anak Israel), adalah surat ke-17 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 111 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah, yang turun sebelum Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah. Tema utamanya mencakup kisah perjalanan Isra’ Mi'raj Nabi Muhammad SAW, pujian terhadap keagungan Allah SWT, serta serangkaian peringatan dan nasihat penting bagi umat manusia, terutama mengenai etika sosial dan akidah.
Mempelajari dan membaca Surat Al-Isra memiliki kedalaman spiritual yang luar biasa. Ayat-ayatnya merangkum banyak prinsip dasar Islam, mulai dari tauhid murni hingga larangan berbuat kerusakan di muka bumi. Berikut adalah kutipan beberapa ayat penting dari surat mulia ini.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا.
Surat Al-Isra adalah sebuah kompendium ajaran moral dan teologis yang sangat kaya. Selain peristiwa agung Isra’ Mi’raj yang menunjukkan kemuliaan kedudukan Nabi Muhammad SAW, surat ini secara tegas mendiktekan pondasi akhlak Islam. Ayat-ayat tentang birrul walidain (berbakti kepada orang tua) ditempatkan segera setelah ayat penegasan tauhid (hanya menyembah Allah), menunjukkan betapa fundamentalnya penghormatan terhadap orang tua dalam Islam.
Lebih lanjut, surat ini memberikan peringatan keras terhadap kejahatan sosial. Larangan mendekati zina (Ayat 32) tidak hanya melarang perbuatan itu sendiri, tetapi juga segala hal yang dapat mengantarkan kepadanya. Hal ini menunjukkan prinsip pencegahan (sadd adz-dzari'ah) yang ditekankan dalam syariat.
Selain itu, surat ini juga membahas tentang amanah, kejujuran dalam berdagang (meskipun tidak dicantumkan di sini, terdapat dalam ayat-ayat sebelumnya), serta larangan berlebih-lebihan dalam berbagai aspek kehidupan. Umat Islam diajarkan untuk bersikap moderat, sebagaimana diperintahkan dalam ayat 110: "Carilah jalan tengah di antara keduanya."
Membaca Surat Al-Isra secara rutin membantu memelihara keseimbangan spiritual dan etika sosial. Ia mengingatkan bahwa kemuliaan seorang hamba tidak hanya diukur dari ibadah ritualnya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan sesama manusia, terutama orang tua, serta bagaimana ia menjaga batas-batas syariat yang telah ditetapkan Allah SWT. Surat ini ditutup dengan penguatan tauhid mutlak, bahwa Allah adalah Maha Esa, tidak membutuhkan pendamping atau pertolongan, dan layak untuk diagungkan setinggi-tingginya.