Representasi visual sederhana dari dua jenis akar kaktus.
Kaktus, ikon kehidupan gurun, telah berevolusi untuk bertahan hidup di lingkungan yang paling kering. Salah satu adaptasi paling krusial yang mereka miliki terletak pada sistem akarnya. Pertanyaan mendasar mengenai jenis akar yang dimiliki kaktus—apakah **akar kaktus serabut** atau **akar tunggang**—seringkali menjadi perdebatan di kalangan penghobi tanaman. Jawabannya, seperti banyak hal dalam biologi, tidak hitam atau putih; itu sangat bergantung pada spesies kaktus dan kondisi lingkungan tempat ia berevolusi.
Di habitat alami mereka, kaktus menghadapi tantangan utama: air sangat jarang dan tanah seringkali sangat padat atau berbatu. Sistem akar mereka dirancang untuk memaksimalkan penyerapan air dalam periode singkat setelah hujan turun. Oleh karena itu, strategi perakaran kaktus sangat bervariasi antara jenis yang tumbuh menyebar (globular atau barrel cactus) dan jenis yang tumbuh tinggi (kolumnar atau cactus pohon).
Secara umum, mayoritas kaktus gurun yang kita kenal mengembangkan sistem akar dangkal yang menyebar luas, yang lebih menyerupai akar serabut, bukan akar tunggang tunggal yang menembus jauh ke bawah.
Sistem akar serabut (fibrous root system) adalah yang paling umum ditemukan pada banyak kaktus, terutama spesies yang berbentuk bulat atau bantalan (misalnya, genus Mammillaria atau Opuntia). Sistem ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
Meskipun akar serabut mendominasi, beberapa kaktus memang mengembangkan struktur yang lebih menyerupai akar tunggang (taproot). Akar tunggang adalah satu akar utama yang tumbuh lurus ke bawah, menembus lebih dalam ke dalam tanah daripada akar samping lainnya.
Akar tunggang lebih sering terlihat pada kaktus-kaktus yang cenderung tumbuh lebih tinggi dan ramping, seperti beberapa spesies kaktus kolumnar yang tumbuh di daerah dengan potensi air tanah yang lebih dalam, meskipun hal ini lebih jarang terjadi. Dalam banyak kasus, kaktus yang memiliki akar tunggang yang jelas biasanya juga memiliki jaringan akar serabut sekunder yang cukup berkembang. Akar tunggang berfungsi untuk mencapai cadangan air yang lebih stabil jauh di bawah permukaan, sebuah strategi yang berguna jika periode kekeringan sangat panjang.
Memahami jenis akar sangat penting bagi para kolektor kaktus, terutama saat melakukan repotting (pemindahan pot) atau ketika kaktus menunjukkan tanda-tanda masalah:
Singkatnya, ketika kita berbicara tentang akar kaktus secara umum, kita cenderung merujuk pada sistem akar serabut yang luas dan dangkal. Ini adalah kunci keberhasilan mereka dalam menangkap air hujan yang datang sesekali di lingkungan gurun yang keras. Meskipun beberapa spesies memiliki komponen akar tunggang, dominasi struktur serabut memastikan kaktus dapat bertahan hidup dari satu musim kemarau ke musim kemarau berikutnya.