Akar Tinggal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Nyata

Apa Itu Akar Tinggal (Rizom)?

Akar tinggal, atau yang dikenal secara ilmiah sebagai rizom, adalah salah satu jenis modifikasi batang tumbuhan yang tumbuh secara horizontal, baik di bawah permukaan tanah maupun sedikit di atas permukaan tanah. Meskipun sering kali disamakan dengan akar sejati, akar tinggal sebenarnya merupakan batang termodifikasi yang memiliki mata tunas, kuncup, dan buku-buku yang jelas, sama seperti batang di atas tanah.

Fungsi utama dari akar tinggal adalah sebagai alat penyimpan cadangan makanan (seperti karbohidrat dan pati) serta sebagai alat perkembangbiakan vegetatif (aseksual). Kemampuan untuk menyimpan cadangan makanan inilah yang membuat tanaman tersebut mampu bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang kurang mendukung, seperti musim kemarau atau dingin.

Akar Tinggal (Rizom)

Ilustrasi sederhana dari struktur akar tinggal yang menjalar horizontal.

Perbedaan Utama dengan Akar Biasa

Penting untuk membedakan akar tinggal dari akar sejati. Akar sejati berfungsi menyerap air dan nutrisi, serta menambatkan tumbuhan. Sedangkan akar tinggal, sebagai modifikasi batang, memiliki ciri khas berikut:

Jenis-Jenis Akar Tinggal

Secara umum, rizom diklasifikasikan berdasarkan posisi dan arah pertumbuhannya. Pengelompokan ini membantu dalam memahami strategi adaptasi masing-masing tumbuhan.

1. Rizom Vertikal (Gegeniotropis)

Jenis ini tumbuh tegak lurus ke atas dari pangkal batang utama. Mereka sering kali muncul ke permukaan tanah, tampak seperti batang biasa, namun memiliki fungsi penyimpanan.

2. Rizom Horizontal Pendek (Kormoid)

Rizom ini sangat pendek, tebal, dan umumnya berfungsi dominan sebagai organ penyimpan makanan. Mereka tidak menjalar jauh.

3. Rizom Horizontal Panjang (Kreping)

Ini adalah jenis yang paling umum. Rizom ini menjalar jauh secara horizontal di bawah permukaan tanah, berfungsi utama untuk penyebaran klonal atau vegetatif. Setiap buku pada rizom ini berpotensi menumbuhkan tunas baru dan menjadi individu baru.

Contoh Akar Tinggal yang Populer

Akar tinggal sangat penting dalam budidaya karena memudahkan perbanyakan tanaman secara massal tanpa melalui biji. Berikut adalah beberapa akar tinggal contoh yang sering kita jumpai:

  • Jahe (Zingiber officinale): Salah satu contoh paling terkenal. Jahe dibudidayakan secara luas menggunakan potongan rizomnya yang mengandung mata tunas.
  • Kunyit (Curcuma longa): Mirip dengan jahe, kunyit menghasilkan rizom tebal berwarna kuning yang digunakan sebagai rempah dan pewarna alami.
  • Lengkuas (Alpinia galanga): Rizomnya yang beraroma kuat juga merupakan akar tinggal yang berfungsi sebagai alat perbanyakan.
  • Temulawak (Curcuma xanthorrhiza): Sering digunakan dalam pengobatan herbal tradisional, temulawak berkembang biak melalui rizom horizontalnya.
  • Bambu: Bambu adalah contoh lain dari tanaman berkayu yang menyebar luas melalui sistem akar tinggal yang sangat agresif dan menyebar cepat di bawah tanah.
  • Iris (Bunga Iris): Banyak spesies bunga Iris menggunakan rizom untuk bertahan hidup dari musim dingin dan menyebar di taman.

Kemampuan regenerasi dari akar tinggal inilah yang membuat tanaman seperti jahe dan bambu sangat mudah diperbanyak. Ketika bagian rizom dipotong dan ditanam kembali, bagian tersebut akan tumbuh menjadi tanaman baru yang secara genetik identik dengan induknya.

🏠 Homepage