Mata pelajaran Akidah Akhlak merupakan komponen integral dalam kurikulum Madrasah Aliyah (MA). Fokus utama pelajaran ini adalah menanamkan keyakinan dasar (akidah) yang benar sesuai ajaran Islam, sekaligus membentuk perilaku mulia (akhlak) dalam kehidupan sehari-hari. Bagi siswa kelas X, pelajaran ini berfungsi sebagai fondasi utama yang akan menopang seluruh perjalanan intelektual dan spiritual mereka di jenjang pendidikan menengah atas.
Di tingkat MA kelas X, materi yang disajikan cenderung lebih mendalam dibandingkan tingkat sebelumnya. Ini bukan sekadar menghafal rukun iman, melainkan memahami implikasi filosofis dan praktis dari setiap prinsip akidah terhadap cara pandang dunia (worldview) seorang Muslim. Pemahaman ini sangat krusial mengingat siswa MA berada pada fase pencarian jati diri dan mulai dihadapkan pada isu-isu kompleks di masyarakat.
Akidah dalam konteks ini merujuk pada keimanan yang kokoh dan rasional. Materi di kelas X biasanya mengupas tuntas aspek-aspek berikut:
Penguatan akidah ini bertujuan agar siswa memiliki benteng spiritual yang kuat terhadap berbagai paham sekulerisme, liberalisme, atau ekstremisme yang mungkin mereka temui di lingkungan yang lebih luas.
Jika akidah adalah keyakinan di hati, maka akhlak adalah manifestasi keyakinan tersebut dalam tindakan. Materi akhlak di kelas X berfokus pada bagaimana iman yang benar harus termanifestasi dalam interaksi sosial.
Pembahasan mencakup tanggung jawab individu (self-control). Ini meliputi konsep muhasabah (introspeksi diri), pentingnya menjaga kebersihan hati (menjauhi sifat tercela seperti iri, dengki, dan sombong), serta menumbuhkan sifat terpuji seperti qana'ah (menerima apa adanya) dan syukur.
Lebih lanjut, akhlak juga menyentuh interaksi dengan alam semesta. Siswa didorong untuk memahami konsep khalifah fil ardh (pemimpin di bumi), yang menuntut mereka untuk menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan perusakan, sebuah isu yang sangat relevan di era modern.
Integrasi akhlak dalam menghadapi tantangan kontemporer menjadi fokus penting. Bagaimana seorang Muslim bersikap dalam menggunakan media sosial? Bagaimana etika berinteraksi dengan sesama yang berbeda keyakinan (tasamuh)? Materi ini membekali siswa dengan prinsip-prinsip etika Islami yang dapat diterapkan dalam diskursus publik. Kesopanan berbahasa, kejujuran dalam bermuamalah digital, dan empati sosial adalah poin-poin yang ditekankan.
Mengingat sifat materi yang abstrak dan filosofis, pendekatan belajar harus bervariasi:
Secara keseluruhan, Akidah Akhlak di kelas X bertujuan menciptakan lulusan MA yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan keyakinan yang tak tergoyahkan, siap menjadi agen perubahan positif di masyarakat.