Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki pilar penting yang harus ditanamkan sejak dini, yaitu akidah akhlak MI kelas 1. Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 1, pembelajaran difokuskan pada pengenalan konsep-konsep dasar keimanan dan perilaku terpuji melalui pendekatan yang sederhana, visual, dan mudah dicerna oleh anak usia sekitar 6 hingga 7 tahun.
Secara sederhana, akidah berarti keyakinan atau kepercayaan yang tertanam kuat di dalam hati. Bagi seorang Muslim, akidah yang utama adalah enam rukun iman. Sementara itu, akhlak adalah perilaku atau budi pekerti yang tampak dalam perbuatan sehari-hari. Keduanya tidak dapat dipisahkan; keyakinan (akidah) yang benar akan membentuk perilaku (akhlak) yang baik.
Pada tingkat kelas 1, materi akidah diperkenalkan melalui pengenalan dasar keesaan Allah SWT. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa Tuhan kita hanya satu, yaitu Allah. Pengenalan ini seringkali dilakukan dengan ilustrasi sederhana, seperti membandingkan ciptaan Allah yang banyak (matahari, bulan, pohon, hewan) yang semuanya memerlukan Pencipta yang Maha Kuasa.
Ilustrasi sederhana: Mengenal ciptaan Allah sebagai dasar keimanan.
Setelah memahami dasar akidah, fokus kurikulum akidah akhlak MI kelas 1 beralih pada pembentukan perilaku baik. Pada usia ini, penekanan diberikan pada akhlak sehari-hari yang sangat dekat dengan interaksi sosial mereka:
Pembelajaran akhlak di kelas 1 dilakukan melalui metode pembiasaan (modeling) dan cerita. Guru dan orang tua menjadi contoh utama. Ketika seorang anak berhasil melakukan kebaikan kecil, seperti membantu temannya yang jatuh atau membereskan mainannya, pujian positif harus diberikan agar perilaku tersebut mengakar.
Menanamkan pondasi akidah akhlak MI kelas 1 sangat krusial karena otak anak di usia ini sangat reseptif terhadap pembentukan karakter. Materi yang diajarkan harus konkret dan relevan dengan dunia mereka. Misalnya, daripada menjelaskan konsep tauhid secara filosofis, lebih baik diceritakan bahwa Allah yang memberikan makanan lezat yang kita nikmati setiap pagi.
Jika akidah tertanam kuat—yaitu yakin bahwa Allah itu Maha Baik dan Maha Melihat—maka perilaku sehari-hari secara otomatis akan diarahkan pada kebaikan (akhlak terpuji). Pembelajaran ini bukan hanya transfer ilmu, melainkan proses pembiasaan spiritual yang membentuk integritas moral anak di masa depan.
Materi ini juga seringkali disisipi pengenalan dasar ibadah seperti cara bersuci (wudhu sederhana) dan doa-doa pendek yang diamalkan sebelum makan atau sebelum tidur. Tujuannya adalah mengaitkan keyakinan spiritual dengan praktik nyata dalam rutinitas harian mereka. Dengan demikian, akidah akhlak MI kelas 1 menjadi landasan kokoh bagi perkembangan pribadi dan spiritual siswa di jenjang pendidikan selanjutnya.
Keseluruhan kurikulum di kelas 1 bertujuan memastikan bahwa setiap siswa tidak hanya tahu apa itu Allah, tetapi juga merasa aman, dicintai, dan termotivasi untuk meniru akhlak Rasulullah dalam interaksi terkecil mereka. Pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif adalah kunci keberhasilan penanaman nilai-nilai dasar ini.