Panduan Lengkap Mengenai Akreditasi SINTA

Ilustrasi Jurnal dan Peringkat Gambar SVG yang menunjukkan simbol buku jurnal dan panah peringkat naik. SINTA Skor & Peringkat + Progress

Dalam ekosistem riset dan pengembangan di Indonesia, Akreditasi SINTA (Science and Technology Index) memegang peranan yang sangat krusial. SINTA adalah portal ilmiah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk mengukur kinerja institusi, jurnal, dan peneliti di Indonesia berdasarkan berbagai indikator sitasi dan publikasi. Bagi para akademisi dan dosen, memahami cara kerja SINTA bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama dalam pengembangan karir dan peningkatan reputasi kelembagaan.

Apa Itu SINTA dan Mengapa Penting?

SINTA bukanlah sekadar basis data biasa. Ia berfungsi sebagai sistem penilaian yang terintegrasi. Indeksasi di SINTA memberikan visibilitas nasional bahkan internasional terhadap luaran penelitian suatu entitas. Tiga pilar utama yang diukur dalam SINTA adalah kinerja dosen/peneliti, kinerja institusi (seperti universitas atau politeknik), dan kinerja jurnal ilmiah.

Pentingnya akreditasi SINTA dapat dilihat dari beberapa aspek:

Mengenal Tingkatan Akreditasi SINTA

Akreditasi SINTA untuk jurnal diklasifikasikan ke dalam enam tingkatan, dari yang tertinggi hingga terendah, yang secara langsung memengaruhi bobot sitasi dan prestise jurnal tersebut:

  1. SINTA 1 (S1): Tingkat tertinggi, setara dengan jurnal bereputasi internasional terkemuka (biasanya terindeks Scopus Q1/Q2).
  2. SINTA 2 (S2): Jurnal bereputasi tinggi, menunjukkan mutu yang sangat baik.
  3. SINTA 3 (S3): Jurnal yang memenuhi standar nasional dengan kualitas baik.
  4. SINTA 4 (S4): Jurnal yang sudah mulai terstandarisasi.
  5. SINTA 5 (S5): Jurnal yang sedang dalam proses pemenuhan standar mutu.
  6. SINTA 6 (S6): Tingkat awal terakreditasi, menandakan kesadaran dan upaya peningkatan kualitas.

Proses akreditasi ini bersifat berkala. Jurnal yang sudah terakreditasi harus terus mempertahankan kualitasnya agar tidak mengalami degradasi peringkat atau bahkan pencabutan akreditasi.

Strategi Meningkatkan Skor dan Peringkat SINTA

Bagi peneliti, skor SINTA individu dihitung berdasarkan total sitasi yang diterima dari berbagai sumber terindeks (termasuk Google Scholar, Scopus, dan Web of Science) yang terintegrasi dalam sistem SINTA. Untuk memaksimalkan skor, fokus harus ditempatkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi.

Fokus pada Publikasi Berkualitas Tinggi

Publikasi di jurnal yang sudah terakreditasi SINTA, terutama S1 hingga S3, akan memberikan kontribusi bobot yang jauh lebih besar pada profil SINTA Anda dibandingkan publikasi di prosiding atau jurnal yang belum terindeks. Selain itu, pastikan setiap publikasi telah terdaftar dengan benar di portal SINTA. Sinkronisasi data antara sistem SINTA dengan data Google Scholar sangat penting.

Pentingnya Sitasi dan Kolaborasi

Peningkatan skor SINTA sangat bergantung pada sitasi. Peneliti didorong untuk berkolaborasi dengan rekan sejawat yang memiliki profil SINTA yang kuat atau melakukan penelitian yang relevan dengan isu-isu prioritas nasional. Sitasi dari hasil penelitian yang berbobot tinggi akan lebih berdampak signifikan.

Kesimpulan

Akreditasi SINTA adalah barometer utama kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Bagi peneliti dan institusi, upaya berkelanjutan dalam memublikasikan karya ilmiah di jurnal yang terakreditasi SINTA tinggi adalah investasi jangka panjang. Dengan pemahaman yang baik mengenai mekanisme penilaian dan strategi publikasi yang terarah, peneliti dapat memastikan bahwa kontribusi ilmiah mereka terukur, diakui, dan berkontribusi positif pada peta riset nasional.

🏠 Homepage