Visualisasi sederhana laporan keuangan
Akuntansi: Ngapain Aja Sih Sehari-hari?
Banyak orang sering kali bertanya-tanya, apa saja sih yang sebenarnya dilakukan oleh seorang akuntan dalam kesehariannya? Kata "akuntansi" sendiri seringkali diasosiasikan dengan angka-angka rumit, tabel panjang, dan kertas-kertas yang bertumpuk. Namun, di balik citra tersebut, profesi akuntansi memiliki peran yang krusial dan aktivitas yang beragam dalam menjaga kesehatan finansial sebuah organisasi.
Memahami Dasar-Dasar Akuntansi
Pada intinya, akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi, meringkas, dan melaporkan transaksi keuangan suatu entitas. Ini bukan sekadar tentang menghitung, tetapi lebih kepada memahami bagaimana uang bergerak, dari mana asalnya, ke mana perginya, dan apa dampaknya terhadap kinerja keseluruhan. Seorang akuntan harus memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku, baik itu Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia maupun standar internasional seperti IFRS (International Financial Reporting Standards).
Aktivitas Harian Seorang Akuntan
Mari kita bedah lebih dalam apa saja yang biasanya dikerjakan oleh seorang akuntan dalam rutinitas mereka:
1. Pencatatan Transaksi (Bookkeeping)
Ini adalah fondasi dari pekerjaan akuntansi. Setiap hari, akuntan akan mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi. Mulai dari penerimaan kas, pembayaran tagihan, pembelian barang, penjualan, hingga pengeluaran gaji karyawan. Pencatatan ini dilakukan secara sistematis ke dalam jurnal-jurnal akuntansi. Di era digital, proses ini banyak dibantu oleh software akuntansi yang memudahkan pencatatan dan klasifikasi otomatis.
2. Rekonsiliasi Bank dan Akun
Salah satu tugas rutin yang penting adalah melakukan rekonsiliasi. Ini berarti membandingkan catatan internal perusahaan dengan laporan dari bank atau buku besar akun lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua transaksi tercatat dengan benar, mengidentifikasi perbedaan (jika ada), dan melakukan koreksi yang diperlukan. Ini membantu mencegah penipuan dan kesalahan pencatatan.
3. Penyusunan Laporan Keuangan
Dari data transaksi yang telah dicatat dan diklasifikasi, akuntan bertanggung jawab menyusun laporan keuangan. Laporan utama meliputi:
- Neraca (Balance Sheet): Menunjukkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada suatu titik waktu tertentu.
- Laporan Laba Rugi (Income Statement): Merangkum pendapatan, beban, dan laba atau rugi perusahaan selama periode tertentu.
- Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement): Melacak pergerakan kas masuk dan kas keluar perusahaan.
- Laporan Perubahan Ekuitas: Menunjukkan perubahan modal pemilik selama periode tertentu.
Laporan-laporan ini adalah alat vital bagi manajemen untuk membuat keputusan strategis.
4. Analisis Keuangan
Akuntan tidak hanya mencatat dan melaporkan, tetapi juga menganalisis data keuangan. Mereka menggunakan rasio-rasio keuangan (seperti rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas) untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, mengidentifikasi tren, dan memberikan rekomendasi perbaikan. Analisis ini sangat membantu manajemen dalam memahami kekuatan dan kelemahan finansial perusahaan.
5. Pengelolaan Pajak
Tugas akuntan juga mencakup perhitungan, pelaporan, dan pembayaran pajak perusahaan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Ini meliputi PPN, PPh, dan pajak-pajak lainnya. Kesalahan dalam pengelolaan pajak bisa berakibat pada denda dan sanksi hukum.
6. Audit Internal dan Eksternal
Bagi yang bekerja di departemen audit, aktivitas sehari-hari bisa meliputi pemeriksaan catatan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan internal, prosedur, dan peraturan eksternal. Mereka juga berinteraksi dengan auditor eksternal yang melakukan audit independen terhadap laporan keuangan perusahaan.
7. Anggaran dan Perencanaan Keuangan
Akuntan sering terlibat dalam proses penyusunan anggaran tahunan perusahaan. Mereka membantu departemen lain dalam mengestimasi biaya, memproyeksikan pendapatan, dan menetapkan target keuangan. Selain itu, mereka juga berperan dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
8. Pengembangan Sistem dan Prosedur
Seiring perkembangan teknologi dan bisnis, akuntan juga terkadang dilibatkan dalam pengembangan atau peningkatan sistem akuntansi dan prosedur keuangan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Lebih dari Sekadar Angka
Jadi, dapat disimpulkan bahwa profesi akuntan jauh dari sekadar pekerjaan membosankan dengan tumpukan kertas. Akuntan adalah penjaga gerbang informasi finansial, penganalisis cerdas, dan penasihat strategis bagi perusahaan. Mereka memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan finansial. Keterampilan analitis, ketelitian, pemahaman bisnis, serta kemampuan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan dalam profesi ini.