Ilustrasi Konsep Batas Waktu Ilahi
Artinya:
Iblis berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku tangguh (penangguhan hukuman) sampai hari mereka dibangkitkan (hari kiamat)."
Al Hijr ayat ke-35 merupakan bagian krusial dari kisah penolakan Iblis (setan) untuk bersujud kepada Nabi Adam a.s. Setelah Allah SWT memerintahkan para malaikat dan Iblis untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan atas penciptaan Adam, Iblis menolak dengan angkuh. Penolakan ini disebabkan oleh kesombongannya karena merasa lebih mulia, diciptakan dari api, sementara Adam diciptakan dari tanah.
Ayat ini merekam dialog dramatis setelah penolakan tersebut. Ketika Allah menjatuhkan vonis berupa pengusiran dan laknat hingga Hari Kiamat, Iblis tidak langsung meminta pengampunan. Sebaliknya, ia mengajukan permohonan yang sangat berani dan penuh perhitungan: penangguhan hukuman. Permintaan ini menunjukkan betapa besarnya kesombongan dan tipu muslihatnya. Ia ingin tetap hidup untuk menyesatkan keturunan Adam.
Permintaan Iblis adalah agar ia diberi kesempatan hidup dan beroperasi hingga tiba hari kebangkitan (Yaumul Ba'ts). Ia menginginkan perpanjangan waktu untuk menjalankan misinya, yaitu menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Permintaan ini bukanlah tanda penyesalan tulus, melainkan strategi untuk melanjutkan permusuhan yang telah ia nyatakan.
Sungguh menarik bagaimana Allah SWT mengabulkan permintaan tersebut, namun dalam batasan dan hikmah-Nya sendiri. Allah berfirman, "Sesungguhnya engkau termasuk dari mereka yang diberi tangguh, sampai hari yang telah ditentukan waktunya." (QS. Al-Hijr: 36-37). Batas waktu yang diberikan adalah hingga hari kiamat, hari di mana semua makhluk akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ayat 35 Surah Al Hijr ini mengajarkan beberapa pelajaran penting mengenai sifat dasar musuh sejati manusia.
Memahami Al Hijr ayat 35 berarti memahami bahwa kehidupan dunia ini adalah medan ujian yang telah diprediksi durasinya oleh Allah SWT. Tugas kita adalah memanfaatkan waktu yang tersedia—bukan untuk ditunda-tunda, melainkan untuk beribadah dan menjauhi jebakan kesombongan dan godaan yang ditawarkan oleh musuh bebuyutan manusia ini.