Surat Al-Maidah, yang berarti "Hidangan", adalah surat Madaniyah yang mengandung banyak peraturan penting bagi kehidupan sosial dan spiritual umat Islam. Salah satu ayat yang sangat tegas dan fundamental dalam menjaga kemurnian akidah dan kesehatan masyarakat adalah ayat ke-90. Ayat ini secara eksplisit melarang dua praktik buruk yang sering menjadi sumber perpecahan, kerusakan moral, dan kerugian ekonomi: khamr (minuman keras) dan maisir (judi).
Ayat ini bukan sekadar peringatan, melainkan penetapan hukum yang jelas, dimulai dengan panggilan kehormatan "Wahai orang-orang yang beriman" (Yā ayyuhal-ladhīna āmanū), yang menunjukkan bahwa ini adalah perintah langsung yang memerlukan kepatuhan total. Ayat ini menyebutkan empat hal yang dikategorikan sebagai "rijs" (kekejian/najis) yang berasal dari perbuatan syaitan:
Allah SWT tidak hanya melarangnya, tetapi memberikan label "rijs" (najis atau kekejian). Dalam konteks spiritual, kekejian berarti sesuatu yang menjauhkan diri dari rahmat dan keridhaan Allah. Khamr dan judi adalah instrumen setan untuk mencapai tujuannya:
Pertama, khamr melemahkan agama karena hilangnya akal, sementara akal adalah modal utama untuk menjalankan ibadah dan membedakan yang hak dan batil. Kedua, maisir menciptakan permusuhan (seperti yang dijelaskan di ayat berikutnya) dan menciptakan pola pikir ingin mendapatkan kekayaan tanpa keringat, yang bertentangan dengan etos kerja Islam. Kedua aktivitas ini menarik manusia ke dalam lingkaran perbuatan setan.
Ayat ini diakhiri dengan janji yang sangat menggiurkan: "Maka jauhilah ia agar kamu mendapat keberuntungan (la'allakum tuflihūn)." Kata tuflihūn (beruntung) dalam konteks Qur'ani tidak hanya berarti sukses duniawi sesaat, tetapi mencakup kesuksesan abadi di akhirat, yaitu meraih surga dan ridha Allah.
Dengan menjauhi kekejian yang diciptakan setan, seorang mukmin membuka jalan menuju keberkahan dan kesucian. Ini menunjukkan bahwa meninggalkan maksiat (terutama yang secara langsung merusak akal dan hubungan sosial) adalah prasyarat fundamental untuk mencapai kebahagiaan sejati. Kepatuhan terhadap larangan ini adalah bukti nyata keimanan seseorang.
Oleh karena itu, Al-Maidah ayat 90 menjadi landasan utama bagi hukum Islam dalam melarang alkohol dan segala bentuk perjudian, karena dampaknya yang merusak fondasi spiritual, moral, dan sosial umat. Menjauhi hal-hal ini adalah langkah awal yang pasti menuju kemenangan sejati.